BARABAI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi HST BERKAH sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Surat Edaran Pemerintah Kabupaten HST dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dilaksanakan sepanjang Juni 2026.
Melalui Sekretaris Daerah HST Muhammad Yani, Bupati HST Samsul Rizal mengajak seluruh masyarakat Bumi Murakata untuk berpartisipasi dalam berbagai aksi peduli lingkungan, salah satunya dengan menerapkan pemilahan sampah dari sumber.
Kepala DLH HST Mursyidi melalui Sekretaris DLH HST Ahmad Syafaat mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kapasitas seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Pemilahan sampah dari sumber merupakan langkah paling penting untuk mengurangi timbulan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA),” ujar Syafaat, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, melalui Inovasi HST BERKAH, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk membiasakan memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari sumbernya.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat diterapkan di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, pondok pesantren, tempat usaha, kawasan wisata hingga fasilitas kesehatan.

“Dengan pemilahan sejak awal, proses pengolahan sampah menjadi lebih mudah, efisien, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar,” jelasnya.
Selain membantu mengurangi beban TPA, pemilahan sampah juga dinilai mampu mendukung pengembangan kegiatan daur ulang, bank sampah, serta pengolahan kompos yang bermanfaat bagi masyarakat.
Syafaat menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan hingga berbagai komunitas.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh pihak yang menghasilkan sampah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memanfaatkan kembali barang-barang yang masih memiliki nilai guna.
Selain itu, masyarakat didorong menyalurkan sampah yang dapat didaur ulang melalui bank sampah maupun fasilitas pengelolaan yang telah tersedia.
“Kami mengajak seluruh penghasil sampah bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya dengan memulai pemilahan dari sumber,” katanya.
Syafaat menegaskan, keberhasilan Inovasi HST BERKAH sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui program tersebut, DLH HST berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya.
“Dengan semangat gotong royong, Inovasi HST BERKAH diharapkan mampu mewujudkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
( Hendra )
