BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta jembatan. Sepanjang tahun 2025, berbagai program yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Bidang Bina Marga Dinas PUPR HST, pemeliharaan jalan yang telah direalisasikan mencapai 2.177,242 meter. Selain itu, peningkatan struktur jalan mencapai 30.889 meter, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan sepanjang 54.953 meter, serta pembangunan jalan baru sepanjang 2.485 meter.
Di sektor jembatan, pemerintah daerah juga melaksanakan rehabilitasi sepanjang 319,8 meter, pembangunan jembatan baru 155 meter, pemeliharaan jembatan 262,85 meter, serta peningkatan atau pelebaran jembatan sepanjang 42 meter.
Salah satu dampak pembangunan tersebut dirasakan warga Dusun Lok Nyiur, Desa Pengambau Hilir Luar, Kecamatan Haruyan. Selama bertahun-tahun, masyarakat setempat harus melintasi wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari akibat keterbatasan akses jalan.
Ketua RT 2 Pengambau Hilir Luar, Sudiani, mengungkapkan pembangunan jalan Lok Nyiur–Pudak menjadi perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah terhadap wilayah tersebut sangat berarti setelah sekitar dua dekade kawasan itu belum tersentuh pembangunan yang memadai.

“Terima kasih Pak Bupati Samsul Rizal atas atensi pembangunan di Lok Nyiur. Dulu kami harus melewati kabupaten tetangga untuk aktivitas ekonomi, mengangkut hasil pertanian, bahkan saat anak-anak berangkat ke sekolah. Kini kami sangat dipermudah,” ujarnya.
Manfaat pembangunan infrastruktur juga dirasakan warga Kelurahan Barabai Darat. Syamsuddin, salah seorang warga, mengatakan pembangunan jalan beton yang ditinggikan di kawasan Tri Kesuma membantu masyarakat tetap beraktivitas saat banjir melanda.
“Karena kami tinggal di bantaran sungai, banjir memang sering terjadi. Namun dengan adanya jalan beton yang ditinggikan, masyarakat tetap bisa beraktivitas meski banjir datang,” katanya.
Menurutnya, selain mendukung mobilitas warga saat terjadi banjir, jalan tersebut juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan ke pasar serta menjadi akses penting bagi para pelajar menuju sejumlah sekolah di wilayah Barabai Darat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten HST, Syahidin, menegaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan jalan dan jembatan bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membuka akses, memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung kegiatan pendidikan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kami terus melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pembangunan yang terus berlanjut, Pemkab HST berharap konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas akses layanan publik, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh daerah.
( Hendra )
