Polsek Batu Benawa Bersama Forkopimcam Tutup Tempat Pemandian Usai Insiden Maut, Masyarakat Diimbau Patuhi Larangan

DAERAH

BARABAI – Aparat gabungan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Batu Benawa menutup sementara lokasi pemandian di Sungai Desa Murung A RT 001 RW 001, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menyusul insiden tenggelam yang merenggut nyawa seorang siswi sekolah dasar.

Penutupan dilakukan setelah Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kantor Kecamatan Batu Benawa pada Jumat (7/8/2026) pukul 09.30 Wita. Rakor dihadiri perwakilan Camat Batu Benawa melalui Kasi Trantib, Kapolsek Batu Benawa IPTU Iskandar beserta anggota, personel Koramil Batu Benawa, serta Kepala Desa Murung A.

Sebagai tindak lanjut hasil rapat, aparat gabungan bersama unsur pemerintah desa langsung melakukan penutupan lokasi pemandian dengan memasang tanda larangan masuk, membongkar fasilitas tempat ganti pakaian, serta menertibkan tenda-tenda yang berada di kawasan tersebut. Seluruh proses penutupan turut disaksikan oleh pemilik lahan.

Kapolsek Batu Benawa IPTU Iskandar menegaskan bahwa lokasi pemandian ditutup sementara karena masih dalam proses penyelidikan. Ia meminta masyarakat untuk mematuhi kebijakan tersebut demi kelancaran proses hukum dan keselamatan bersama.

“Saat ini lokasi ditutup sementara untuk umum. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan tersebut hingga proses penyelidikan selesai,” tegas IPTU Iskandar.

Di sisi lain, pemilik lahan saat ini tengah menjalani pemeriksaan oleh Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Batu Benawa guna mendalami kronologi dan penyebab pasti insiden tersebut.

Penutupan lokasi merupakan tindak lanjut atas peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (6/8/2026) sore. Korban berinisial RGH (10), siswi kelas V SDN 1 Kayu Bawang, warga Desa Rutas RT 008 RW 003, Kecamatan Barabai, dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat berada di lokasi pemandian tersebut.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan sungai maupun objek wisata air, khususnya dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan saat berada di kawasan perairan. Pengawasan orang tua terhadap anak-anak sangat penting untuk mencegah peristiwa serupa terjadi kembali,” pesannya.

Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta terkait insiden tersebut. Masyarakat diminta mematuhi penutupan sementara lokasi hingga ada pemberitahuan resmi dari pihak berwenang.

( Hendra )