BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal secara resmi melepas 154 anggota Karang Taruna Kabupaten HST untuk mengikuti Kemah Karya Bakti Wisata (KKBW) Karang Taruna se-Kalimantan Selatan ke-37 Tahun 2026 di Pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut.
Pelepasan kontingen berlangsung di Halaman Kantor Bupati HST, Rabu (23/9/2026), sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, konsolidasi organisasi, serta meningkatkan kapasitas generasi muda dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati HST Samsul Rizal berpesan kepada seluruh kontingen agar mengikuti seluruh rangkaian KKBW dengan penuh tanggung jawab. Ia juga meminta peserta menjaga kekompakan dan nama baik Kabupaten Hulu Sungai Tengah selama berada di Tanah Laut.
Menurut Samsul Rizal, KKBW tidak hanya sebatas kegiatan perkemahan maupun perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menimba ilmu, bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang menimba ilmu. Apa yang didapat selama mengikuti Kemah Karya Bakti, nantinya dapat dibawa pulang dan dibagikan kembali untuk memperkuat Karang Taruna serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Samsul Rizal.

Ia berharap pengalaman selama mengikuti KKBW dapat menjadi bekal bagi anggota Karang Taruna untuk semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten HST.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna HST Ahmad Riduan mengatakan, kontingen HST yang diberangkatkan tahun ini terdiri dari 154 peserta. Sebanyak 114 orang merupakan anggota dari sembilan Karang Taruna desa, sedangkan 40 lainnya merupakan pengurus Karang Taruna tingkat kabupaten.
“Karang Taruna desa ini berasal dari beberapa kecamatan, di antaranya Labuan Amas Utara, Batu Benawa, Pandawan, dan Batang Alai Utara,” ungkap Riduan.
Ia menyebutkan, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan KKBW sebelumnya di Kabupaten Kotabaru yang ketika itu hanya diikuti tiga Karang Taruna.
Menurutnya, keterlibatan sembilan Karang Taruna desa dalam KKBW ke-37 menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membesarkan organisasi Karang Taruna di Kabupaten HST.
“Keikutsertaan sembilan Karang Taruna tahun ini menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan membesarkan organisasi di Kabupaten HST,” ujarnya.
KKBW ke-37 dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 September 2026. Selama kegiatan, kontingen HST akan mengikuti berbagai agenda kepemudaan serta perlombaan yang telah disiapkan oleh panitia tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Namun, Riduan menegaskan bahwa keikutsertaan dalam KKBW tidak semata-mata mengejar kemenangan dalam perlombaan. Menurutnya, nilai terpenting dari kegiatan tersebut adalah kesempatan untuk belajar, memperluas pengalaman, membangun jejaring, dan mempererat tali silaturahmi antar kader Karang Taruna se-Kalimantan Selatan.
“Kalah atau menang bukan yang utama. Yang penting kita tetap semangat berkolaborasi dan mempererat silaturahmi,” tegasnya.
Semangat yang sama juga disampaikan
Ketua KNPI HST Nadea Rizky Ananda yang turut hadir memberikan dukungan kepada kontingen HST.
Ia berpesan agar seluruh peserta mampu memanfaatkan KKBW sebagai ruang untuk mengembangkan diri dan membangun pengalaman sebagai generasi muda.
“Pemuda HST harus terus naik kelas karena peserta hari ini merupakan calon pemimpin pada masa mendatang,” tuturnya.
Nadea juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap, kekompakan, serta nama baik Kabupaten HST selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dengan membawa semangat kebersamaan, kolaborasi dan pengabdian, kontingen Karang Taruna HST diharapkan tidak hanya mampu mengharumkan nama daerah selama KKBW berlangsung, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan ilmu yang dapat diterapkan untuk memperkuat peran Karang Taruna serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jaga kekompakan, jaga nama baik HST, dan bawa pulang semangat pengabdian untuk Banua.
( Hendra )
