Curah Hujan Tinggi di Pegunungan Meratus, Sungai Benawa Meluap.

DAERAH

BARABAI – News FHH,

Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Pegunungan Meratus sejak Kamis malam memicu peningkatan debit air Sungai Benawa pada Jumat (24/10/2025). Kondisi ini menimbulkan ancaman banjir bagi wilayah Kota Barabai dan sekitarnya, terutama bagi warga yang bermukim di bantaran sungai.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 10.00 WITA menunjukkan aliran Sungai Benawa di area Jembatan Samping DPRD HST tampak sangat deras dan membawa material seperti ranting pohon. Ketinggian air kini hanya berjarak sekitar satu meter dari jalan raya, menandakan potensi luapan yang tinggi apabila curah hujan tidak segera mereda.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Hulu Sungai Tengah (HST), Ahmad Apandi, melalui pesan WhatsApp kepada News Faktahukumdanham, menyampaikan perkembangan terkini kondisi air yang diperoleh dari Julak 06, anggota TRC BPBD HST melalui frekuensi 146.920 MHz.

“Untuk wilayah pegunungan, debit air sudah mulai mengalami penurunan,” ujar Apandi.
Berikut laporan ketinggian air pada Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 09.00 WITA:

Batu Kiting: dari 100 cm turun menjadi 50 cm (mendekati normal)

Papagaran: dari 80 cm turun ke normal

Alat: dari 120 cm turun menjadi 100 cm (mendekati normal)

Manggasang: dari 150 cm turun menjadi 100 cm (mendekati normal)

Haliau: dari 370 cm turun menjadi 340 cm (mendekati normal)

Kanal Banjir: dari 200 cm turun menjadi 150 cm (mendekati normal)

Aluan: naik dari 120 cm menjadi 150 cm

Bungur dan Munti Raya: naik hingga 100 cm, mencapai bibir sungai

Samping Rumah Bupati: naik 20 cm, mencapai bibir sungai

Simpang 3 Ulama: naik hingga 75 cm, mencapai bibir sungai

BPBD HST mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BPBD melalui kanal komunikasi yang tersedia.

Sementara itu, Muhammad, operator Bankom pada frekuensi Emergency Murakata, juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Segera amankan barang berharga, terutama alat elektronik, ke tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Meski debit air di wilayah hulu mulai menurun, warga Barabai diminta untuk terus berjaga-jaga terhadap potensi luapan air akibat akumulasi volume yang bisa berdampak signifikan di wilayah hilir.

“Situasi saat ini masih terkendali, namun masyarakat harus tetap siaga. Jangan menunggu air naik baru bertindak,” pesan Muhammad. ( Hendra )