Puskesmas Kubur Jawa Bentuk Tim Pencegahan Kesehatan Mental di Tujuh Desa, Perkuat Kolaborasi Hingga Tingkat Desa

KESEHATAN

BARABAI – Puskesmas Kubur Jawa terus memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Terbaru, puskesmas tersebut resmi membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kesehatan Mental dan Jiwa di tujuh desa yang menjadi wilayah kerjanya. ( Jumat 24 juli 2026 )

Pembentukan tim ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, serta masyarakat dalam mencegah munculnya berbagai persoalan kesehatan, khususnya di bidang kesehatan mental dan jiwa.

Perawat Penanggung Jawab Program Kesehatan Mental dan Jiwa Puskesmas Kubur Jawa, Maulidil Fajri, mengatakan kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Timbuk Bahalang.

Menurutnya, hasil dari kegiatan perdana tersebut cukup menggembirakan. Salah satu warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mendapatkan pendampingan kini telah pulih dan kembali bekerja secara produktif.

“Alhamdulillah, pada kegiatan sebelumnya di Desa Timbuk Bahalang, ODGJ yang kami dampingi kini sudah sehat dan kembali bekerja secara produktif. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas program ini ke desa-desa lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus utama program ini adalah membangun kesadaran masyarakat melalui upaya promotif dan preventif agar berbagai persoalan kesehatan dapat dicegah sejak dini sebelum berkembang menjadi kasus yang lebih kompleks.

“Fokus kami adalah membangun kesadaran masyarakat melalui langkah promotif dan preventif. Dengan demikian, berbagai persoalan kesehatan dapat dicegah sejak dini sebelum menjadi kasus yang membutuhkan penanganan lebih kompleks,” katanya.

Meski mengedepankan pencegahan, layanan kuratif tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pasien ODGJ tetap memperoleh pelayanan pengobatan, sementara penanganan stunting terus dilakukan melalui pemberian makanan tambahan dan berbagai intervensi kesehatan lainnya.

Sebagai implementasi program tersebut, Puskesmas Kubur Jawa menghadirkan tiga inovasi pelayanan berbasis pendekatan holistik dengan memanfaatkan kompetensi hypnotherapy untuk kesehatan mental dan Neuro Linguistic Programming (NLP) sebagai metode pengembangan pola pikir serta perilaku positif.

Ketiga inovasi itu meliputi layanan konseling kesehatan mental dan konseling umum, layanan parenting, serta layanan edukasi yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Layanan konseling kesehatan mental diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam mengelola stres, trauma, luka batin, hingga berbagai persoalan psikologis lainnya. Sementara konseling umum melayani keluarga, pasangan pranikah, pelajar, hingga masyarakat umum sesuai kebutuhan.

Puskesmas Kubur Jawa juga menyediakan layanan parenting guna meningkatkan pemahaman calon orang tua mengenai pola asuh yang tepat demi mendukung tumbuh kembang anak.

Selain itu, layanan edukasi terus digencarkan untuk memperkuat komunikasi antara petugas kesehatan, bidan desa, kader, aparat desa, hingga masyarakat agar seluruh program kesehatan dapat diterima dan dijalankan secara lebih efektif.

Seluruh layanan tersebut dilaksanakan secara bergiliran di tujuh desa sesuai jadwal yang telah disepakati bersama pemerintah desa dan diberikan tanpa dipungut biaya.

Maulidil berharap kolaborasi lintas sektor yang dibangun melalui pembentukan tim ini mampu memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas kesehatan mental masyarakat.

“Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Puskesmas Kubur Jawa dan pemerintah desa dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap pendekatan promotif dan preventif ini mampu meningkatkan kualitas kesehatan mental, memperkuat ketahanan keluarga, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan prima sesuai arahan Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal,” pungkasnya.

( Hendra )