Barabai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar rapat koordinasi penguatan peran guru wali dalam membentuk karakter murid, Senin (2/3/2026), di Aula Bapelitbangda HST. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi perkembangan indikator karakter siswa sekaligus menyusun strategi perbaikan secara terarah dan terukur.
Rapat yang menghadirkan perwakilan Dinas Pendidikan dan jajaran pemerintah daerah tersebut memaparkan data perkembangan karakter siswa yang dipantau melalui sistem dashboard khusus. Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu mendorong penguatan karakter secara sistematis di seluruh SMP se-Kabupaten HST.
Kepala Dinas Pendidikan HST, H. Muhammad Anhar,S.STP., ME menyampaikan adanya peningkatan signifikan pada indikator pelaksanaan salat lima waktu bagi siswa beragama Islam.
“Di rekap untuk salat lima waktu di Januari 2026 ini, alhamdulillah terjadi kenaikan yang cukup signifikan dari 16,6 persen menjadi 23,1 persen,” ujarnya.

Selain itu, indikator adab dan sopan santun kepada orang tua juga menunjukkan tren positif. Jumlah siswa yang tidak pernah menunjukkan sikap tersebut mengalami penurunan dan bergeser ke kategori kadang-kadang dan sering, meskipun kategori selalu masih relatif stagnan.
Sementara pada indikator kemampuan mengaji, dari total 3.600 murid beragama Islam, masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan. Data menunjukkan adanya penurunan jumlah siswa pada tahap membaca Iqra, namun peningkatan pada tahap membaca Al-Qur’an dan khatam belum terlalu signifikan.
“Masih ada PR kita sekitar 24 persen dari 3.600 itu yang harus di-upgrade pengetahuannya untuk bisa membaca ke Al-Qur’an,” jelas Anhar.
Target utama yang dicanangkan adalah mengurangi jumlah siswa di tahap Iqra serta mendorong peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an hingga mencapai tahap khatam.
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Bupati HST, Ust. H. Gusti Rosyadi Elmi, Lc.
mempertanyakan perkembangan data Februari yang masih dalam proses analisis. Ia juga menekankan pentingnya penetapan target pengurangan siswa pada tahap Iqra secara lebih terukur.
Anhar menjelaskan, siswa pada tahap Iqra 1 hingga 6 akan diklasifikasikan secara detail, dengan perhatian khusus terhadap 72 siswa yang baru memasuki jilid satu. Intensifikasi pembinaan akan difokuskan pada Maret, dengan mendorong pergeseran ke tahap membaca Al-Qur’an juz 1 hingga 10. Skema serupa juga direncanakan diterapkan di jenjang SD.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berintegritas.
“Rapat koordinasi ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, berakhlak mulia, serta memiliki integritas dan tanggung jawab,” ucapnya.
Ia menegaskan, peran guru wali tidak sebatas pengelola administrasi kelas, melainkan sebagai figur pendamping dan penasihat, terutama bagi siswa SMP yang tengah berada pada fase pencarian jati diri. Pada masa transisi tersebut, pola pikir dan karakter mulai terbentuk lebih kuat sehingga bimbingan guru wali menjadi sangat menentukan arah perkembangan siswa.
Penguatan karakter siswa, lanjutnya, selaras dengan kebijakan pendidikan nasional. Namun keberhasilan implementasi sangat bergantung pada komitmen seluruh elemen pendidikan dan dukungan pemerintah daerah.
Pemkab HST pun menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program penguatan karakter, mengingat kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesepahaman, keseragaman langkah implementasi, serta komitmen kuat untuk mengoptimalkan peran guru wali di setiap satuan pendidikan. Dengan demikian, generasi penerus HST diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki daya saing global.
( Hendra )
