Pemkab HST Gandeng Google, Ratusan Pendidik Dibekali AI lewat Gemini Academy 2026

PENDIDIKAN

BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Google for Education Indonesia dan REPO menyelenggarakan Gemini Academy 2026, sebagai langkah strategis meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan.

Kegiatan berlangsung pada Selasa (3/2/2026) pagi di Aula Hotel Darul Istiqamah Barabai. Pelatihan ini digelar bertepatan dengan peringatan Nisfu Syaban, di mana sebagian peserta tetap mengikuti kegiatan meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Gemini Academy 2026 menjadi wujud nyata dukungan Pemkab HST terhadap program prioritas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan digitalisasi pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, H. Muhammad Anhar, S.STP., M.E, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan perkembangan zaman yang menuntut integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terhadap program prioritas Kemendikdasmen dalam mendukung pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial atau AI,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan Gemini Academy memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, peraturan menteri terkait peningkatan kompetensi pendidik, kebijakan penguatan mata pelajaran STEM, hingga penerapan coding dan AI dalam kurikulum. Seluruh kegiatan didukung melalui alokasi anggaran pada DPA Dinas Pendidikan tahun 2026.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik agar selaras dengan perkembangan teknologi, membekali pemahaman penggunaan AI secara aman dan bertanggung jawab, meningkatkan efisiensi tugas administrasi, serta mendorong kreativitas dalam proses pembelajaran demi kemaslahatan peserta didik.

Tim pelatih berasal dari Google for Education Indonesia, yakni Dimas Prasetyo, Kristoforus Ardi Nugraha, Teofilus Yosafat, dan Leoni Vira Gunawan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan 10 fasilitator lokal yang merupakan lulusan Gemini Academy tahun 2025.

“Kami memberdayakan potensi lokal, 10 fasilitator daerah yang terpilih dari 410 peserta yang lulus Gemini Academy 2025 secara daring,” ungkap Anhar.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 405 orang. Setelah melalui seleksi administrasi, sebanyak 207 peserta terpilih mengikuti pelatihan tatap muka. Mereka terdiri dari pengawas dan pendidik PAUD, tutor PKBM, guru SD, SMP, hingga satu orang pendidik SMA yang turut difasilitasi meski berada di bawah kewenangan provinsi.

Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sesi pelatihan inti Gemini Academy, hingga simulasi ujian. Pasca pelatihan, peserta diwajibkan mengikuti ujian sertifikasi internasional Google Certified Educator (GCE) serta melakukan pengimbasan kepada rekan sejawat di satuan pendidikan masing-masing.

Saat ini, Dashboard Digitalisasi Pendidikan HST mencatat 333 pendidik tersertifikasi GCE Level 1, 43 orang Level 2, 10 trainer, dan 1 coach yang membimbing sekolah rujukan Google pertama di Kalimantan.

Bupati Hulu Sungai Tengah yang diwakili Sekretaris Daerah Drs. Muhammad Yani, M.Si membuka kegiatan sekaligus menyampaikan arahan. Ia menyebut HST kini berada di posisi kedua se-Kalimantan dalam pengembangan pendidikan digital.

“Kita sudah nomor dua se-kalimantan di bawah Kutai Kartanegara. Mereka punya resource besar, sementara kita relatif lebih kecil. Tapi semangat kita besar,” tegasnya.

Pemkab HST menargetkan minimal 75–80 persen peserta dapat lulus sertifikasi dan terus meningkatkan kompetensi sejalan dengan visi kepemimpinan daerah.

Sementara itu, Dimas Prasetyo, Google Specialist untuk Kalimantan, mengapresiasi komitmen HST dalam transformasi pendidikan digital.

“Hulu Sungai Tengah menjadi salah satu dari delapan daerah prioritas Google Indonesia. Ini menunjukkan keseriusan daerah dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi,” jelasnya.

Pelatihan difokuskan pada penerapan AI secara praktis sesuai peran masing-masing peserta, mulai dari mendukung pembelajaran, efisiensi administrasi, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

Melalui kolaborasi ini, Pemkab HST berharap pemanfaatan teknologi AI seperti Gemini dan NotebookLM dapat dilakukan secara terstruktur dan optimal, sekaligus memperkuat peran pendidik sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

(Hendra)