BARABAI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang dihadiri jajaran pengurus DPD IWAPI Kalimantan Selatan, pengurus DPC IWAPI HST, narasumber, serta sejumlah tamu undangan. Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi program kerja sekaligus menyusun arah kebijakan organisasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha perempuan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten HST, Deny Era Samsul Rizal, mendorong terjalinnya kolaborasi yang semakin erat antara IWAPI, TP PKK, dan Pemerintah Kabupaten HST. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya pelaku usaha mikro dan rumahan.
Sementara itu, Bupati HST Samsul Rizal yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM HST, Rapinorrahman, menyampaikan bahwa IWAPI memiliki peran strategis dalam mencetak wirausaha perempuan yang tangguh, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan dinamika perekonomian.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya diukur dari besarnya penjualan, tetapi juga dari kemampuan mengelola modal, mengendalikan biaya operasional, menjaga kualitas produk, serta membangun kepercayaan konsumen. Karena itu, Pemerintah Kabupaten HST terus berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan.

Rapinorrahman juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten HST saat ini berada di kisaran 5,2 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 5,8 persen pada 2027. Untuk mendukung pencapaian tersebut, ia mengajak para pelaku usaha mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal serta memanfaatkan rantai pasok dari dalam daerah agar manfaat ekonomi semakin dirasakan masyarakat.
“Saya berharap Rakercab ini menghasilkan program kerja yang inovatif, membumi, dan benar-benar menjawab kebutuhan UMKM lokal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPC IWAPI HST, Lita Anggreani, mengatakan salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah lemahnya pengelolaan keuangan. Menurutnya, tidak sedikit usaha yang sebenarnya memiliki produk berkualitas dan diminati pasar, namun akhirnya berhenti beroperasi karena tata kelola keuangan yang kurang baik.
“Banyak pelaku usaha masih mencampuradukkan modal dengan keuntungan. Akibatnya usaha sulit berkembang bahkan berhenti di tengah jalan. Karena itu, pengelolaan keuangan yang baik menjadi kunci agar usaha dapat bertahan dan terus tumbuh,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas anggota, Rakercab juga menghadirkan sosialisasi perpajakan dari KPP Pratama Barabai. Materi tersebut diberikan agar pelaku UMKM memahami kewajiban perpajakan sekaligus mampu menjalankan usahanya secara tertib, akuntabel, dan sesuai ketentuan.
Lita turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten HST yang selama ini aktif mendorong pengembangan UMKM. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan IWAPI menjadi modal penting untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing pengusaha perempuan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
( Hendra )
