Pemuda HST Bergerak! Festival Pemuda Menyala 2026 Padukan Kepedulian Lingkungan dan Ekonomi Kreatif

DAERAH

BARABAI – Semangat kepemudaan dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai pembukaan Festival Pemuda Menyala 2026 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan. Mengusung tema “Pemuda Peduli Karhutla”, kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 29 Oktober hingga 4 November 2026 ini dipusatkan di Lapangan Dwi Warna, Barabai.

Festival yang digelar DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) HST tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan, mengembangkan kreativitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM. Kamis 29 Oktober 2026

Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Gusti Rosyadi Elmi, yang mewakili Bupati HST Samsul Rizal. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HST serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gusti Rosyadi Elmi menyampaikan bahwa tema “Pemuda Peduli Karhutla” merupakan pesan penting agar generasi muda turut mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan serta kehidupan ekonomi masyarakat.

Ia pun mengapresiasi inisiatif KNPI HST bersama para pelaku UMKM yang turut menggalang donasi untuk membantu penanganan Karhutla.

“Saya mengapresiasi inisiatif KNPI HST bersama pelaku UMKM yang turut mengumpulkan donasi untuk membantu penanganan Karhutla. Ini menunjukkan adanya kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata dan semangat gotong royong,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI HST, Nadea Rizky Ananda, menjelaskan bahwa Festival Pemuda Menyala 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi, kreativitas, dan silaturahmi bagi kalangan pemuda di Kabupaten HST.

Beragam kegiatan disiapkan untuk memeriahkan festival, mulai dari penampilan seni dan kreativitas sekolah-sekolah, dialog pemuda, silaturahmi organisasi kepemudaan (OKP), talkshow mengenai Karhutla dan ekonomi kreatif, hingga berbagai kegiatan hiburan dan kompetisi.

“Kami berharap festival ini tak hanya meriah selama tujuh hari, tetapi menjadi momentum untuk membangun gerakan kepemudaan yang berkelanjutan. Pemuda ingin terlibat langsung dalam pembangunan dan didukung untuk menghasilkan karya bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Nadea.

Selain menjadi ruang ekspresi generasi muda, festival ini juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.

Usai prosesi pembukaan, Wakil Bupati bersama rombongan Forkopimda dan undangan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi sejumlah stan UMKM. Kehadiran rombongan disambut antusias oleh para pelaku usaha yang memamerkan berbagai produk unggulan mereka.

Adapun rangkaian Festival Pemuda Menyala 2026 turut dimeriahkan dengan bazar UMKM, kompetisi esports, seni tradisional, dialog pemuda, silaturahmi OKP, serta konser musik yang menghadirkan sejumlah pengisi acara, di antaranya Dimency, Bian Lupakan, Dewna, BM Project, Arion Band, Khain and Friends, serta Japan Project.

Melalui festival ini, KNPI HST berharap semangat kolaborasi antarpemuda semakin kuat, kepedulian terhadap lingkungan semakin tumbuh, dan UMKM lokal semakin berkembang.

Festival Pemuda Menyala 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya berbagai gerakan positif pemuda yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Hulu Sungai Tengah.

( Hendra )