SUKABUMI – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi melaksanakan kunjungan sekaligus monitoring ke SMP Negeri 6 Cisolok Satu Atap, yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Sukabumi dengan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dalam memastikan penyelenggaraan layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik, termasuk di satuan pendidikan yang berada di wilayah terluar dan memiliki tantangan geografis.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, jajaran Dinas Pendidikan meninjau secara langsung kondisi sekolah sekaligus berdialog dengan pihak sekolah mengenai pelaksanaan proses pembelajaran, kondisi sarana dan prasarana, kebutuhan satuan pendidikan, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, S.Pd.I., menegaskan bahwa keberadaan sekolah di wilayah perbatasan mendapat perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, jarak dan kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan bagi peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berbeda.
Kami ingin memastikan bahwa layanan pendidikan di wilayah perbatasan tetap berjalan optimal. Anak-anak yang berada di wilayah terluar Kabupaten Sukabumi memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Deden Sumpena.
Ia menambahkan, monitoring ke sekolah bukan sekadar melihat kondisi fisik satuan pendidikan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendengarkan secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi sekolah.

Dengan turun langsung ke lapangan, kami bisa mengetahui kondisi riil yang dihadapi sekolah. Apa yang menjadi kebutuhan, apa kendalanya, dan apa yang bisa kita dorong bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.
Deden menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting, khususnya bagi sekolah yang berada di wilayah dengan tantangan akses dan geografis seperti kawasan perbatasan.
Kami berharap seluruh sekolah di Kabupaten Sukabumi dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik. Pemerintah daerah akan terus mendorong pemerataan layanan pendidikan agar tidak ada anak yang tertinggal hanya karena berada di wilayah perbatasan,” tegasnya.
SMP Negeri 6 Cisolok Satu Atap menjadi salah satu bagian penting dalam menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Sukabumi. Keberadaan sekolah tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada anak-anak di wilayah tersebut untuk memperoleh pendidikan tanpa harus menghadapi hambatan jarak yang terlalu jauh.
Melalui kunjungan dan monitoring secara langsung, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pemerataan pendidikan, meningkatkan mutu layanan satuan pendidikan, serta memastikan hak setiap peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang layak dapat terpenuhi.
Pendidikan harus hadir dan dirasakan oleh semua anak, di mana pun mereka berada. Kita ingin memastikan tidak ada wilayah yang merasa jauh dari perhatian pemerintah,” pungkas Deden.
