BARABAI – Pemerintahh Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) terus mendorong percepatan penanganan banjir melalui pembangunan berbagai infrastruktur pengendali banjir. Hal itu disampaikan Bupati HST, Samsul Rizal, saat menghadiri audiensi percepatan pengendalian banjir Wilayah Sungai (WS) Barito Klaster Banua Anam di ruang rapat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Selasa (30/6).
Audiensi tersebut dipimpin Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold A.P. Ritiauw, dan dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan serta para kepala daerah se-Banua Anam, meliputi Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, dan Tapin.
Dalam pertemuan itu, Arnold A.P. Ritiauw mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan pemerintah kabupaten di Banua Anam dalam upaya pengendalian banjir.
Menurutnya, pemerintah pusat berkomitmen menindaklanjuti berbagai usulan daerah melalui kajian teknis secara menyeluruh agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati HST Samsul Rizal memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah program prioritas yang dinilai mendesak guna mengurangi risiko banjir di wilayahnya.
Beberapa usulan yang diajukan meliputi pembangunan Bendungan Pancur Hanau, pembangunan kolam regulasi, pembangunan kanal banjir, serta normalisasi Sungai Batang Alai, Sungai Barabai, dan Sungai Haruyan.
“Seluruh infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sekaligus meningkatkan pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal,” ujarnya.
Samsul Rizal berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pengendalian banjir segera direalisasikan.
Ia optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, pembangunan infrastruktur pengendali banjir tidak hanya mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dari ancaman banjir, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
( Hendra )
