Penilaian PHBS Tingkat Provinsi Digelar di Mahela, Ini Pesan Ketua TP PKK HST

DAERAH

BARABAI – Hidup bersih dan sehat bukan kebiasaan yang hanya ditunjukkan ketika menghadapi penilaian. Lebih dari itu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diharapkan benar-benar menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pesan tersebut mengemuka dalam Penilaian Desa Ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Mahela, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten HST, Ny. Deni Era Samsul Rizal, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HST, dr. Desfi Delfiana Fahmi.

Dalam kesempatan itu, Ny. Deni menegaskan bahwa PHBS tidak semestinya dipandang sebatas perlombaan atau penilaian antardesa. Menurutnya, PHBS merupakan gerakan bersama untuk membangun keluarga yang sehat, lingkungan yang bersih, serta masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan.

“PHBS bukan sekadar perlombaan. Mewujudkan masyarakat yang sehat adalah tujuan utama kita,” harapnya.

Ia menjelaskan, penerapan PHBS sebenarnya dapat dimulai dari berbagai kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan jamban sehat, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, rutin melakukan aktivitas fisik, tidak merokok, serta memperhatikan kesehatan ibu dan anak.

Kebiasaan sederhana tersebut, jika dilakukan secara konsisten, diyakini mampu memberikan dampak besar terhadap kualitas kesehatan keluarga dan lingkungan.

Karena itu, Ny. Deni berharap berbagai kebiasaan baik yang selama ini telah diterapkan masyarakat Desa Mahela tidak berhenti setelah proses penilaian selesai. Sebaliknya, semangat tersebut harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Menurutnya, keberhasilan program PHBS tidak semata-mata diukur dari keberhasilan meraih juara. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana perilaku hidup sehat benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

“Keberhasilan PHBS bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi bagaimana kebiasaan hidup sehat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui penilaian PHBS tingkat provinsi ini, semangat untuk membangun pola hidup bersih dan sehat diharapkan semakin kuat. Gerakan tersebut dimulai dari keluarga, diterapkan di lingkungan tempat tinggal, kemudian berkembang menjadi budaya bersama.

Dengan demikian, PHBS tidak hanya menjadi persiapan menghadapi sebuah penilaian, tetapi menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat HST yang sehat, bersih, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

( Hendra )