BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) bergerak cepat merespons musibah kebakaran hebat yang melanda Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuan Amas Selatan. Bupati HST, Samsul Rizal, turun langsung meninjau lokasi sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak pada Jumat (11/9/2026)
Langkah taktis ini diambil hanya sehari setelah api menghanguskan sedikitnya 12 bangunan warga di wilayah RT 005/RW 003 pada Kamis (10/9/2026) malam, sekitar pukul 18.50 WITA. Api diduga kuat berasal dari sebuah gudang kosong milik H. Anwar, sebelum akhirnya menjalar cepat ke permukiman padat penduduk.
Kondisi rumah warga yang mayoritas berbahan kayu dan saling berdempetan membuat si jago merah mengamuk dengan cepat.
Upaya pemadaman pun sempat terkendala oleh sempitnya akses jalan serta terbatasnya sumber air akibat musim kemarau.
Akibat insiden ini, sembilan bangunan hangus total (100 persen), termasuk rumah milik Nursehan, Surbin, H. Anwar (beserta gudangnya), Sufiani, Jumberi, M. Ilmi, Lamsiah, dan Nursihan. Sementara itu, tiga rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian berkisar antara 15 hingga 30 persen. Total terdapat 31 jiwa dari 13 Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal, meski beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Di sela-sela peninjauannya, Bupati Samsul Rizal menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendampingi warga di masa-masa sulit ini.
“Hari ini kita meninjau langsung bencana kebakaran. Ada cukup banyak rumah warga yang terdampak. Pemerintah daerah tentunya tidak akan tinggal diam; kami hadir di sini untuk memastikan seluruh warga mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat,” ujar Bupati Samsul Rizal.

Beliau menambahkan bahwa musibah ini menjadi duka bersama bagi seluruh elemen di Hulu Sungai Tengah.
“Pemerintah Kabupaten HST hadir dan bergerak cepat agar warga mendapatkan bantuan serta pendampingan yang dibutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit kembali. Insya Allah, pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat, baik dalam kondisi baik maupun saat menghadapi ujian seperti sekarang,” lanjutnya.
Terkait logistik darurat, bantuan fisik dari Dinas Sosial dan BPBD HST sudah mulai disalurkan ke lokasi. Namun, untuk penyaluran bantuan dana tunai, Pemkab HST harus melakukan diskresi dan koordinasi khusus. Pasalnya, mayoritas dokumen kependudukan warga ikut ludes terbakar.
“Untuk bantuan dana dari Dinas Sosial, kita memerlukan nomor rekening warga. Karena banyak KTP yang ikut terbakar, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil untuk segera menerbitkan KTP baru secara cepat. Setelah KTP selesai, rekening langsung dibuka, dan uang bantuan akan segera kami transfer ke rekening masing-masing warga terdampak,” jelas Bupati secara rinci.
Respons cepat dari orang nomor satu di HST ini mendapat apresiasi mendalam dari warga setempat. H. Anwar, salah satu korban yang rumah dan gudangnya hangus tak bersisa, menyampaikan rasa syukurnya atas kepedulian pemerintah.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah, terkhusus kepada Bapak Bupati HST yang berkenan melihat langsung kondisi kami dan menyerahkan bantuan. Di tengah musibah berat ini, perhatian dan kehadiran langsung beliau sangat berarti bagi kami yang kehilangan tempat tinggal,” tutur H. Anwar dengan nada haru.
Hingga saat ini, pihak berwenang dan instansi terkait masih terus melakukan pendataan menyeluruh untuk menghitung total kerugian materiil serta menyelidiki penyebab pasti munculnya api.
Pemkab HST berharap gerak cepat ini menjadi langkah awal yang kuat bagi para korban untuk kembali menata kehidupan mereka pasca-bencana.
( Hendra )
