Gudang Diduga Jadi Titik Awal, Api Hanguskan 11 Rumah Warga di Sungai Jaranih

DAERAH

BARABAI – Suasana malam di Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mendadak mencekam. Sedikitnya 11 rumah warga di RT 005/003 hangus terbakar dalam musibah kebakaran yang terjadi pada Kamis (10/9/2026) malam.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.50 Wita, sesaat setelah warga selesai melaksanakan salat Magrib. Kobaran api diduga pertama kali muncul dari sebuah gudang milik H. Anwar.

Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Kondisi sejumlah bangunan yang mayoritas berbahan kayu membuat kobaran api dengan cepat meluas hingga menghanguskan rumah warga lainnya.

Kapolsek Labuan Amas Selatan Iptu Tony Suprianto, S.E., M.M., mengatakan, berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, titik api diduga berasal dari gudang milik H.A.

Api kemudian membesar dan membakar rumah beserta gudang/kios milik korban sebelum merambat ke bangunan lainnya.

Sebanyak 11 rumah warga dilaporkan terdampak dalam kejadian tersebut. Rumah-rumah tersebut masing-masing milik H. Anwar, Jumbri, Supiani, Muhammad Ilmi, Norsehan, Mahyudi, Arbain, Lamsiah, Nursihan, Surbin, dan Muhammad Razikin.

Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan berat hingga mencapai 100 persen.

Akibat musibah tersebut, kerugian materiil sementara ditaksir mencapai sekitar Rp525 juta.

Meski kebakaran cukup besar dan menghanguskan banyak bangunan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Upaya pemadaman melibatkan barisan pemadam kebakaran 654 Murakata, BPBD, TAGANA, TNI – POLRI sera para relawan. Petugas gabungan bersama Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kabupaten HST berjibaku memadamkan api dan mencegah kobaran semakin meluas ke bangunan lainnya.

Personel kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) turut membantu proses penanganan. Selain membantu pengamanan lokasi, petugas juga melakukan pendataan terhadap para korban dan saksi, mengumpulkan bahan keterangan, mendokumentasikan lokasi kejadian, serta memasang garis polisi.

Dalam penanganan awal, polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya Ta (43) dan SM (33), yang merupakan warga setempat, serta Kepala Desa Sungai Jaranih.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian masih melakukan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran tersebut dapat merambat dengan cepat.

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si., melalui jajaran terkait memastikan penanganan musibah dilakukan sesuai prosedur. Polisi juga memastikan lokasi kejadian tetap diamankan guna mendukung proses penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari para saksi.

Musibah tersebut menyisakan duka bagi warga Desa Sungai Jaranih. Sebelas rumah yang terbakar menjadi kerugian besar bagi para korban, terlebih sebagian bangunan mengalami kerusakan hingga tidak dapat digunakan kembali.

Hingga proses penanganan selesai, situasi di lokasi kebakaran berangsur kondusif. Aparat bersama unsur terkait masih melakukan pendataan dan penanganan lanjutan terhadap warga yang terdampak.

( Hendra )