BARABAI – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai kawasan Sungai Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat (6/11/2026). Polres HST bersama pemerintah daerah, instansi terkait dan berbagai elemen masyarakat turun langsung melaksanakan aksi bersih-bersih sungai dalam rangkaian Festival Pemuda Menyala sekaligus memperingati World Cleanup Day 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Siring Juwita Barabai tersebut menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan sungai yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat.
Aksi lingkungan ini dihadiri Bupati Hulu Sungai Tengah, unsur Forkopimda HST atau yang mewakili, Ketua KNPI HST, Kapolres HST beserta personel, instansi terkait serta para relawan dari berbagai elemen masyarakat.
Dengan penuh semangat kebersamaan, para peserta bergotong royong membersihkan sampah di sekitar kawasan Sungai Barabai. Tidak sekadar kegiatan seremonial, aksi tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai merupakan bentuk kepedulian bersama sekaligus ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, agar semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sungai merupakan salah satu sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” ungkap Kapolres.
Ia juga menegaskan, Polres HST sangat mendukung kegiatan positif seperti Festival Pemuda Menyala dan World Cleanup Day yang mampu menumbuhkan semangat kepedulian sosial serta memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta mewujudkan lingkungan HST yang bersih, sehat dan nyaman,” tambahnya.
Lebih dari sekadar aksi membersihkan sampah, kegiatan ini juga menjadi bukti kuatnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, instansi terkait dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Melalui momentum Festival Pemuda Menyala dan World Cleanup Day 2026, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan kewajiban seluruh masyarakat.
Dengan semangat gotong royong, Sungai Barabai diharapkan tetap terjaga kebersihan dan kelestariannya sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi warisan lingkungan yang baik bagi generasi.
( Hendra )
