BARABAI – Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Gusti Rosyadi Elmi, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun 2026, yang digelar di Auditorium Setda Kabupaten HST, Minggu (15/02/2026).
Pembukaan MUSDA tersebut menjadi momentum penting dalam rangka reorganisasi kepengurusan LPTQ periode 2026–2030, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam membina dan mengembangkan syiar Al-Qur’an di Bumi Murakata.
Dalam sambutan Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal yang dibacakan oleh Wakil Bupati, disampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pengurus LPTQ Kabupaten HST atas dedikasi dan kontribusinya selama ini.
“Sejauh ini LPTQ Kabupaten HST telah menunjukkan kontribusinya dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan mental dan spiritual masyarakat,” ujar Wabup saat membacakan sambutan.
Menurutnya, LPTQ memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Tidak hanya sebatas pembinaan tilawah, tetapi juga dalam membentuk karakter masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
MUSDA kali ini diharapkan menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap program kerja kepengurusan sebelumnya, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang lebih inovatif dan adaptif menghadapi tantangan ke depan.
“Momentum ini hendaknya dimanfaatkan untuk meninjau kembali posisi dan peran organisasi, mengevaluasi keberhasilan maupun kekurangan program kerja, serta menyusun program yang lebih progresif,” lanjutnya.
Dengan akan terpilihnya kepengurusan baru periode 2026–2030, LPTQ HST diyakini mampu menghadirkan dinamika organisasi yang lebih kuat dan membawa perubahan positif bagi pengembangan tilawatil Qur’an di daerah.
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program LPTQ. Hal tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan mental dan spiritual masyarakat.
“Dengan masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, insyaallah pembangunan daerah akan berjalan lebih baik, berkelanjutan, dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tegasnya.
( Hendra )

