Target LTT Padi Kabupaten Sukabumi Tahun 2025, Ini Kata Kepala Dinas Pertanian

DAERAH

Kab. Sukabumi,, News FHH,

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menyampaikan target LTT padi tahun 2025 di Sukabumi mencapai 216.456 hektar. Target itu terdiri dari 157.246 hektare padi sawah dan 59.210 hektare padi gogo, dengan proyeksi panen 162.342 hektar dan produksi 899.599 ton gabah kering giling (GKG).

“Realisasi Januari–Juli 2025 baru 89.144 hektare atau 41,18 persen dari target. Capaian Juli bahkan melampaui target bulanan, yakni 7.032 hektare atau 106 persen. Namun untuk Agustus ini tantangannya lebih besar karena target naik drastis,” kata Sri Hastuty.

Kenaikan target tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) peningkatan LTT di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/8/2025) kemarin. Rakor dihadiri 47 koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), tujuh UPTD, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, serta Direktur Serealia sebagai Penanggung Jawab LTT Jawa Barat. Kepala PPVTPP Kementerian Pertanian RI, Leli Nuryati, juga hadir secara virtual melalui Zoom Meeting.

Karena itu Dinas Pertanian (Distan) terus memacu kinerja sektor pertanian menyusul penyesuaian target luas tambah tanam (LTT) padi bulan Agustus 2025. Dari target awal 8.896 hektare, kini Sukabumi harus mengejar capaian baru sebesar 15.500 hektare.

Menurut Tuty potensi tanam Agustus sebenarnya dihitung mencapai 39.139 hektar. Namun di lapangan terdapat sejumlah kendala, seperti dampak bencana (6.485–9.138 hektar), kekeringan (17.590 hektare), masa panen panjang (2.920 hektar), alih fungsi lahan (46 hektar), hingga faktor adat dan keberadaan komoditas lain

Kesanggupan awal Kabupaten Sukabumi di bulan Agustus hanya 10.071 hektare. Namun pusat menyesuaikan target hingga akhirnya ditetapkan 15.500 hektare. Karena itu, rakor ini kami fokuskan untuk menyusun formulasi agar target pusat dapat dicapai,” kata Tuty.

Kadistan juga menekankan pentingnya sinkronisasi data dengan BPS agar capaian LTT tercatat akurat.

“Kami minta seluruh wilayah segera melakukan survei, identifikasi, dan verifikasi segmen pengganti bersama BPS. Data yang valid menjadi kunci keberhasilan dalam mengejar target ini,” tegasnya.

Asep SH