PENGURUS PUSAT PEMUDA KATOLIK MENYELENGGARAKAN EVENT NASIONAL KURSUS KEPEMIMPINAN LANJUT (KKL) BATCH I DI KOTA PANGKALPINANG

DAERAH

PANGKALPINANG NEWS FAKTA HUKUM DAN HAM CO ID – Event nasional kursus kepemimpinan lanjut (KKL) batch I pemuda katolik se-Indonesia tahun 2026 diselenggarakan di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 3 hari, dimulai pada hari kamis, 14 mei 2026 sampai minggu, 17 mei 2026.

Pembukaan acara kegiatan kursus kepemimpinan lanjut (KKL) Batch I Nasional Pemuda Katolik se-Indonesia bertempat di grand Safran hotel yang beralamat di jalan Soekarno Hatta KM 3 kelurahan bukit besar, kecamatan Girimaya kota Pangkalpinang provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rangkaian acara kegiatan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) Batch I Pemuda Katolik Tahun 2026 di kota Pangkalpinang dengan tema “kepemimpinan inklusif dan kolaboratif dalam mengawal pembangunan dan akselerasi ekonomi daerah yang berkelanjutan”.

Misa pembukaan KKL I Pemuda Katolik se-Indonesia dihadiri 600 undangan yang mengikuti misa yang bertepatan dengan hari kenaikan Yesus Kristus ke surga. Misa dipimpin oleh uskup keuskupan Pangkalpinang yang juga sebagai sekretaris jendral Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr Adrianus Sunarko OFM didampingi konselebran RP Johannes Hariyanto, S.J. (pastor moderator PP pemuda katolik) serta RP Yohanes Agus Rianto MSF (pastor moderator komisariat daerah komda Bangka Belitung).

Di dalam homili dan pesan tentang bacaan Injil Matius 28 :16 – 20, uskup Adrianus Sunarko menyampaikan pesan bahwa “dengan latihan kepemimpinan yang akan dialami kita makin terlatih untuk menciptakan kerajaan Allah dan menjadi saksi bagi masyarakat yang tentu sangat diharapkan gereja dari kelompok kelompok seperti kalian menjadi saksi di tengah masyarakat kita yang sangat membutuhkan pribadi yg teguh, yang kuat, yang berani, yang tidak saling berebut kuasa satu sama yang lain, tetapi sungguh berusaha mewujudkan kerajaan Allah” pesan uskup Pangkalpinang.

Pembukaan acara kegiatan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) Batch I Pemuda Katolik dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yg dipandu oleh Lorensius purba (sekjend PP pemuda katolik), lalu pembacaan teks Pancasila oleh Hendrikus dan dilanjutkan dengan mars pemuda katolik.

Acara kegiatan KKL Batch I Nasional Pemuda Katolik dihadiri oleh gubernur Bangka Belitung diwakili oleh asisten I pemerintahan provinsi, Mgr. Adrianus Sunarko OFM (uskup Pangkalpinang, sekjend KWI), Kapolda Babel Bapak Irjend pol Dr. Viktor Theodorus Sihombing, dirsosbud mabes polri bapak brigjend Yohanes Agus Rijanto, Dirjend bimas Katolik bapak Suparman, S.E., Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Bapak Aminuddin Ma’ruf, Ketua Umum PP pemuda katolik bapak Stefanus Asat Gusma, Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu RI ibu Yusti Erlina, S.H., M.H., Pastor Moderator PP Pemuda Katolik RP Johannes Hariyanto, S.J., Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda Babel RP Yohanes Agus Rianto MSF, Sekretaris Eksekutif kerasulan awam KWI RD Hans Jeharut, forkopimda, organisasi kepemudaan, serta tamu undangan dan kader pemuda katolik se-Indonesia.

Laporan singkat ketua panitia Hendri S Kom menyampaikan bahwa “kursus kepemimpinan lanjut (KKL) Batch I tingkat nasional tahun 2026 dengan tema “kepemimpinan inklusif dan kolaboratif dalam mengawal pembangunan dan akselerasi ekonomi daerah yang berkelanjutan yang diselenggarakan di hotel grand Safran kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diikuti oleh 107 peserta dari 20 provinsi di Indonesia dengan melibatkan kurang lebih 600 tamu undangan pada pembukaan acara hari ini” ungkapnya.

“Adapun kepanitiaan kegiatan terdiri dari steering committee pengurus pusat dan organizing committee komisariat daerah Bangka Belitung yang telah bekerja bersama sama dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan tanggung jawab demi terselenggaranya kegiatan ini dengan baik” ucapnya.

Pelaksanaan kegiatan ini didukung dari berbagai pihak, sponsor, mitra kerja, serta para donatur yg dengan tulus memberikan dukungan moril maupun materil demi sukses nya kegiatan kursus kepemimpinan lanjut (KKL) Batch I ini.

“Pada kesempatan ini, kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yg sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor dan donatur, para pihak yg telah membantu baik dalam dukungan dana, fasilitas, tenaga, maupun perhatian yg luar biasa bagi terselenggaranya kegiatan ini” tutur Hendri S.Kom.

“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir kader kader kader muda katolik yg memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, nasionalis serta semangat pelayanan bagi gereja, masyarakat serta bangsa indonesia” demikian laporan panitia yg dapat kami sampaikan, atas dukungan dan kehadiran seluruh pihak kami mengucapkan terima kasih, salam pro Ecclesia et Patria” tutup Hendri S.Kom.

Selanjutnya penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) antara komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) dengan Komisariat Daerah (komda) Bangka Belitung, Komisariat Daerah DKI Jakarta, serta Komisariat (komda) Jawa Barat.

Memorandum of Understanding (MoU) antara PP Pemuda Katolik Bapak Stefanus Asat Gusma dengan Bawaslu RI Deputi Bidang Dukungan Teknis ibu Yusti Erlina, S.H., M.H., sebagai bentuk penguatan kolaborasi strategis dalam pembangunan demokrasi dan kepemimpinan publik.

Menurut Ketua Umum Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma bahwa “sejarah berdiri nya pemuda katolik tahun 1945. Puji syukur kepada Tuhan malam ini di Pangkalpinang kita bisa berkumpul ini mandatorium kongres di Palangkaraya tahun 2024 bahwa Bangka Belitung dicalonkan menjadi tuan rumah event nasional kursus kepemimpinan lanjut I di Pangkalpinang”. Pemuda Katolik harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan yg inklusif dan berkelanjutan” ujar Bapak Stefanus Asat Gusma.

Juga dalam sambutannya, Ketua Umum Pemuda Katolik Pusat Bapak Stefanus Asat Gusma “yang hadir mengikuti Kursus Kepemimpinan Lanjut Batch I Nasional di Pangkalpinang ini terdiri dari 20 provinsi dan yang tidak sempat bergabung dari Papua, NTT, Bali, serta NTB dan akan kita fokus kan di batch II” ujarnya.

Dijelaskan oleh Bernadus Reco Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Bangka Belitung kepada awak media News Fakta Hukum dan HAM bahwa “menjadi tuan rumah kursus kepemimpinan lanjut (KKL) Batch I tingkat nasional adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi pemuda katolik komisariat daerah kepulauan Bangka Belitung. Kehadiran 107 peserta dari 20 propinsi bukan hanya memperlihatkan semangat kaderisasi yang hidup, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan nasional di tengah keberagaman Indonesia. Harapan kami Bangka Belitung tidak hanya dikenang sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan semangat pengabdian, dan kepemimpinan pemuda katolik yang mampu menjawab tantangan zaman.” Kami ingin para peserta pulang membawa bukan hanya materi dan sertifikat, tetapi juga pengalaman kebersamaan, nilai solidaritas, serta semangat pelayanan yang semakin kuat. KKL Batch I ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Bangka Belitung sebagai daerah yg ramah, toleran, dan penuh semangat gotong royong. Kami percaya, dari pertemuan ini akan lahir jejaring kader nasional yang semakin solid untuk membangun gereja, masyarakat dan bangsa. Untuk proses menjadi pemuda katolik pertama jenjang nya: 1.ikut MAPENTA (Masa Penerimaan Anggota); 2. Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD); 3. Kursus Kepemimpinan Menengah (KKM); 4. Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL)” jelas Reco.

Di dalam wawancara singkat rekan media News Fakta Hukum dan HAM dengan Sekretaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI RD Hans Jeharut menyampaikan “apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus pusat pemuda katolik yang menyelenggarakan kursus kepemimpinan lanjut (KKL) Batch I Nasional yang mana Komda Bangka Belitung menjadi tuan rumah acara ini. Dengan kursus kepemimpinan lanjut diharapkan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda katolik juga menghasilkan kader yg mumpuni, bukan saja dalam urusan internal organisasi, tetapi siap juga terlibat ambil bagian berpartisipasi dan berkolaborasi dengan pemerintah diberbagai level mulai dari provinsi, kabupaten/kota, lalu bekerjasama dengan berbagai instansi juga menunjukan eksistensi pemuda katolik, juga sumbangsi untuk gereja sesuai motonya “bagi gereja dan tanah air” pesan RD Hans Jeharut.

(Paulus)