Barabai – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) mulai merealisasikan peningkatan ruas Jalan Birayang–Wawai, Kecamatan Batang Alai Selatan. Proyek yang telah lama dinantikan masyarakat itu kini memasuki tahap awal pekerjaan, mulai dari pengerukan lapisan aspal lama, perbaikan struktur jalan menggunakan beton di sejumlah titik, hingga persiapan pelapisan aspal baru.
Pantauan di lapangan, sejumlah alat berat tampak mengeruk permukaan jalan yang rusak. Sementara para pekerja melakukan penyemenan pada beberapa bagian yang mengalami kerusakan sebelum memasuki tahap pengaspalan.
Meski proses pekerjaan sedang berlangsung, arus lalu lintas tetap dibuka dengan sistem bergantian di beberapa titik sehingga aktivitas masyarakat maupun angkutan hasil pertanian tetap dapat berjalan.
Ruas Jalan Birayang–Wawai merupakan salah satu jalur vital yang setiap hari dilintasi masyarakat serta kendaraan bertonase besar. Kerusakan jalan selama ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga menimbulkan debu yang dikeluhkan warga, terutama saat musim kemarau.
Salah seorang warga Birayang, Ali Yasin, mengaku bersyukur karena perbaikan jalan yang selama bertahun-tahun dinantikan akhirnya direalisasikan.
“Kalau musim kemarau, debunya luar biasa ketika truk-truk lewat. Kondisi jalannya juga sudah rusak cukup parah, jadi memang sudah lama dinantikan untuk diperbaiki,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan akses penting yang setiap hari dilalui kendaraan masyarakat maupun angkutan bertonase besar, sehingga perbaikannya sangat dibutuhkan.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah karena jalan ini akhirnya diperbaiki. Harapan kami, pekerjaan ini dilaksanakan dengan baik, berkualitas, dan transparan,” katanya.
Ali juga berharap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terus berlanjut agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Terus perbaiki Banua HST sedikit demi sedikit. Pemerintah adalah pelayan masyarakat yang bekerja untuk kepentingan rakyat, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HST, H. Syahidin, mengatakan pekerjaan tahun ini mencakup penanganan ruas Jalan Birayang menuju Batu Tangga hingga Tandilang yang dilaksanakan secara bertahap.
Ia menjelaskan, proyek tersebut mulai berjalan sejak penandatanganan kontrak pada 22 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 180 hari kalender dan menggunakan anggaran sekitar Rp12 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
“Secara umum penanganannya meliputi pekerjaan pengaspalan di beberapa titik, pembangunan rigid pavement (beton) pada sejumlah lokasi, serta penanganan longsor jalan,” jelasnya.
Pemkab HST, lanjut Syahidin, berkomitmen terus melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur secara bertahap sebagai upaya meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
( Hendra )
