BARABAI – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menyambut baik kedatangan Pembakal Desa Juhu dalam rangka melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekolah paket kesetaraan yang selama ini berjalan di Desa Juhu, Senin (2/6/2026).
Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan non formal bagi masyarakat, khususnya warga belajar yang mengikuti program kesetaraan di wilayah Desa Juhu.
Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program. Berdasarkan laporan yang disampaikan, jumlah warga belajar pada program kesetaraan mengalami penurunan. Selain itu, aktivitas kegiatan belajar mengajar juga mengalami gangguan sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait kedisiplinan dan keaktifan guru atau tutor dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Kepala Seksi Manajemen GTK dan Kelembagaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan HST, Andry, mengungkapkan bahwa kegiatan pembelajaran telah dihentikan sementara sejak April 2026 karena tutor yang bertugas tidak aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Pembelajaran sejak April kami hentikan sementara karena kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan dengan baik akibat tutor yang tidak aktif mengajar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, H. Muhammad Anhar, menegaskan bahwa keberlangsungan program pendidikan kesetaraan sangat bergantung pada komitmen para tutor dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan tutor yang disiplin dan memiliki dedikasi tinggi menjadi faktor utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi warga belajar.
Anhar menyarankan agar segera dilakukan pencarian tutor yang memiliki komitmen kuat dalam menjalankan tugas pendidikan sehingga program kesetaraan dapat kembali berjalan secara optimal.
“Kami menyarankan untuk mencari tutor yang memiliki komitmen tinggi dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini penting demi keberlangsungan pendidikan dan kemajuan masyarakat Desa Juhu,” tegasnya.
Melalui koordinasi dan evaluasi tersebut, diharapkan berbagai kendala yang terjadi dapat segera diatasi sehingga program pendidikan kesetaraan di Desa Juhu dapat kembali berjalan dengan baik serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan melalui jalur non formal.
( Hendra )
