Barabai — SDN Kahakan Kalibaru, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, menggelar kegiatan Peringatan Isra Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ yang dirangkai dengan Haul Abah Guru Sekumpul Martapura K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, Haul Presiden RI ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Haul K.H. Asmani (Guru Danau), dalam suasana khidmat, penuh cinta, dan sarat nilai persaudaraan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh 292 siswa kelas I hingga VI, seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan, serta unsur komite sekolah dan tokoh masyarakat. Acara ini tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga wahana pendidikan karakter, penguatan nilai kemanusiaan, dan pembentukan budaya sekolah ramah anak.
Meneladani Isra Mi‘raj dan Jejak Ulama Bangsa

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan Tahlil yang dipimpin oleh Muhammad Kasim, S.Pd. (GPAI SDN Kahakan Kalibaru), dilanjutkan dengan doa haul yang dipimpin oleh Ketua Komite Sekolah, Ustadz Salahudin. Doa-doa dipanjatkan untuk para ulama dan tokoh bangsa yang telah berjasa besar dalam dakwah, pendidikan, dan kemanusiaan.
Dalam sambutan dan arahannya, Kepala SDN Kahakan Kalibaru, Didi Pengabdian, S.Pd., SD, menegaskan bahwa peringatan Isra Mi‘raj tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik.
“Isra Mi‘raj mengajarkan kedisiplinan shalat, keteguhan iman, dan adab. Nilai-nilai inilah yang harus tumbuh di sekolah: saling menghormati, saling menjaga, dan rukun dengan siapa pun,” tegasnya.
Mau‘idzah Hasanah: Isra Mi‘raj, Kitab Syarah Dardir, dan Keteladanan Gus Dur
Puncak acara diisi dengan mau‘idzah hasanah oleh Ustadz Fahriansyah, S.Pd.I, Guru Pendidikan Agama Islam SDN Kahakan Kalibaru. Dalam tausiyahnya, ia mengulas hikmah Isra Mi‘raj berdasarkan Kitab Syarah Dardir Mi‘raj, serta meneladani perjalanan hidup dan pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Abah Guru Sekumpul, Gus Dur, dan Guru Asmani (Guru Danau).
Disampaikan bahwa Isra Mi‘raj adalah perjalanan ruhani yang meneguhkan shalat sebagai tiang peradaban, sementara keteladanan para ulama mengajarkan nilai kesederhanaan, kasih sayang, toleransi, dan keberpihakan pada kemanusiaan, yang sangat relevan dalam dunia pendidikan saat ini.
Deklarasi “Gerakan Rukun Sama Teman” dan Sosialisasi Anti-Bullying
Kegiatan ini semakin bermakna dengan dilaksanakannya Deklarasi “Gerakan Rukun Sama Teman”, sebagai komitmen bersama untuk menciptakan sekolah ramah anak, aman, dan bebas perundungan (bullying).
Deklarasi dipimpin oleh perwakilan siswa dari kelas I hingga kelas VI, didampingi oleh Ketua Koordinator TPPK SDN Kahakan Kalibaru, yang juga dikenal sebagai Koordinator GUSDURian Barabai, Kalimantan Selatan. Pesan yang disampaikan menegaskan bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua yang menumbuhkan persahabatan, bukan ketakutan.
“Rukun itu dimulai dari hal sederhana: tidak mengejek, tidak menyakiti, mau berteman, dan saling menolong. Inilah nilai Islam, nilai Gus Dur, dan nilai pendidikan sejati,” disampaikan dalam sosialisasi anti-bullying.
Sekolah sebagai Ruang Ibadah dan Kemanusiaan
Ketua Komite Sekolah, Salahudin, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak guru, siswa, dan orang tua yang telah menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang menanamkan iman, akhlak, dan nilai kebangsaan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen SDN Kahakan Kalibaru dalam menghadirkan pendidikan yang berbasis spiritualitas, kebudayaan, dan kemanusiaan, sejalan dengan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin dan keteladanan para ulama Nusantara.
Peringatan Isra Mi‘raj dan Haul Ulama Besar ini ditutup dengan doa bersama dan tekad agar generasi muda tumbuh menjadi anak-anak yang saleh, cerdas, berakhlak mulia, rukun, serta berani menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan.
(Hendra)
