PANGKALPINANG NEW FAKTA HUKUM DAN HAM CO ID– Perayaan misa malam natal di paroki katedral Santo Yosef Pangkalpinang provinsi Bangka Belitung dihadirin ribuan umat katolik pada malam natal, Rabu (24/12/2025). Tradisi vigili natal yang sering diwujudkan dalam bentuk misa malam Natal yaitu malam berjaga jaga dalam tradisi gereja katolik untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan sang mesias. Vigili natal berasal dari kata Vigilare dari bahasa latin yang berarti berjaga jaga (sumber dari catholic news agency). Perayaan Ekaristi misa malam natal sebelum dimulai perarakan, diadakan ibadat pemberkatan patung Santo Yosef oleh uskup pangkal pinang Adrianus Sunarko OFM.

Panitia perayaan malam natal paroki katedral Santo Yosef tahun 2025 yaitu Petrus Handrie menerangkan jumlah anggota panitia 32 orang yang mempersiapkan perayaan malam natal ini terdiri dari bagian seksi dekorasi, kebersihan serta team tenda. Sementara itu sekretaris paroki Mikael Bekti menjelaskan bahwa untuk pengamanan telah dilakukan risk asesmen dengan kriteria 73 point untuk kriteria baik untuk gereja katedral Santo Yosef Pangkalpinang.
Ritus pembuka, yaitu pembacaan tema natal tahun 2025 “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga” (Matius I : 21 – 24) pesan natal persekutuan gereja gereja di Indonesia dan konferensi waligereja Indonesia tahun 2025.
Perayaan Ekaristi vigili natal malam ini dengan selebran utama uskup pangkalpinang Adrianus Sunarko OFM yang juga sekretaris jendral KWI didampingi RD yustianus Tala’leng (pastor paroki) berarakan juga para petugas liturgi dan petugas doa di depan gua/palungan natal berarakan menuju gua/palungan diiringin dengan nyanyian, selanjutnya pemberkatan palungan natal oleh uskup pangkalpinang serta petugas doa dan umat berlutut untuk penghormatan palungan natal. Kemudian prosesi liturgi sabda.

Didalam homili dan pesan malam natal tahun 2025 ini uskup pangkalpinang Adrianus Sunarko OFM menyampaikan pewartaan bahwa “kita diajak untuk mensyukuri keagungan misteri malam natal ini. Keilahian Allah diwujudkan dengan firman yang menjadi manusia dalam diri Yesus. Kelahiran Yesus Kristus ditengah keluarga serta cara Maria dan Yusuf mengubah relasi keluarga mereka dalam terang kehendak Allah, sangat relevan untuk memaknai berbagai krisis yang dihadapi keluarga saat ini. Berbagai krisis keluarga yang sering menghancurkan nya itu, antara lain adalah perpisahan dan bahkan perceraian, kekerasan dalam rumahtangga, masalah ekonomi, judi online (judol), pinjaman online (pinjol), narkoba, individualisme dan materialisme. “Kita harus bermimpi,lalu bangun untuk melaksanakan kehendak Allah seturut teladan Santo Yosef yang menyelamatkan keluarga Kudus” tutupnya.

Sesudah homili, kemudian dilanjutkan liturgi Ekaristi diteruskan dengan ritus komuni lalu ritus penutup. Pada malam ini juga jajaran forkopimda datang mengunjungi gereja katedral Santo Yosef untuk memastikan pelaksanaan ibadah malam natal di Bangka Belitung berjalan aman dan kondusif. Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani bersama jajaran forkopimda yaitu Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Dr. Viktor T Sihombing, S. Ik. M.SI. , M.H., Danrem Garuda jaya Brigjend inf nur Wahyudi S.E., M.H., M.I.POL, Profesor Saparudin Walikota Pangkalpinang, Ibu Desi Ayutrisna (wakil walikota), pejabat utama (PJU) Polda Babel serta seluruh unsur forkopimda. Sambutan singkat gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani mengucapkan “selamat hari natal untuk umat kristiani, Babel kondusif dan harmonis” ucapnya. Kemudian ucapan terimakasih dari uskup pangkalpinang untuk seluruh forkopimda yang telah berkenan hadir untuk menjaga perayaan malam natal ini,” tutur uskup pangkalpinang.
(Paulus)
