Bangka Tengah – News FHH,
Umat katolik diwilayah tiga paroki Santo Paulus kampung jeruk Bangka Tengah yang terdiri atas kbg Santa Anna,Santo Petrus,Santa Katarina serta Santo Stefanus mulai berkumpul disalah satu rumah umat dikbg Santa Anna untuk memulai prosesi perarakan mengusung tandu arca bunda Maria untuk dibawa kegua Maria Fatima di gereja Stasi Santo Yoakim pangkul paroki Santo Paulus Kampung Jeruk Bangka Tengah.

Kisah penampakan bunda Maria Fatima(our lady of Fatima) berawal disebuah desa Fatima dinegara Portugal pada tanggal 13 mei tahun 1917 kepada tiga anak kecil saksi mata yang bernama Lucia Dos Santos,Francisco serta Jasinta Mario ( sumber documentation catholique church ).Perayaan misa syukur 108 tahun penampakan bunda Maria Fatima merupakan puncak dari triduum yakni doa yang telah dilakukan umat Stasi gereja Santo Yoakim paroki Santo Paulus kampung jeruk kabupaten Bangka Tengah.

Didalam perayaan syukur 108 tahun penampakan bunda Maria Fatima sinodalitas bersama bunda Maria Fatima dalam tema “bersama bunda Maria Fatima,kita menjadi peziarah harapan untuk membangun gereja sinodal ” .Perayaan misa syukur 108 tahun penampakan bunda Maria Fatima dimulai dengan perarakan arca bunda Maria Fatima dari rumah seorang umat komunitas basis gerejawi ( kbg ) yaitu rumah bapak Jeremias komunitas Santa Anna menuju kegereja Santo Yoakim pangkul.
Sesampai digereja arca bunda Maria Fatima yang dibawa dengan tandu di tahtakan didalam pelataran gua Maria Fatima gereja Stasi Yoakim pangkul,dilanjutkan dengan perayaan misa Kudus yang dimulai dengan ritus pembukaan,lalu liturgi sabda,setelah itu homili,lalu liturgi Ekaristi dan ritus penutup.
Misa syukur 108 tahun penampakan bunda Maria Fatima diselenggarakan pada hari Senin tanggal 13 october 2025 dipimpin oleh vikjend keuskupan Pangkalpinang sebagai selebaran utama yaitu RD Antonius Moa Tolipung dengan konselebran RD Stanislaus Bani,RD Yudi Kristianto,RD Samuel,RD Zakarias Ujan,RD Tomeng ,RD Romanus Arnaldo Doi,diakon prado,diakon Silvester,serta diakon Mitsie.
Dalam homilinya RD Stanislaus Bani menyampaikan “ucapan terimakasih kepada pastor vikjend serta pastor pendamping,diakon,suster,team panitia penyelenggara serta semua umat yang dikasihi Tuhan.”Acara yang dirancang oleh panitia sangat baik serasa seperti di Fatima sana.Dan jika kita merefleksi kembali atau merenungkan penampakan bunda Maria kepada ketiga anak yaitu Lucia,Francisco,dan Jasinta yang menerima pesan dari bunda Maria yaitu tentang perdamaian,pertobatan serta berdoa rosario,hingga saat ini masih relevan,dan setiap orang dipanggil untuk membawa perdamaian dan pertobatan” tutur RD Stanislaus Bani.”Tuhan mengingini kita semua diselamatkan ,serta pesan keempat salah satu nya percobaan pembunuhan kepada paus Johanes Paulus kedua.Jadikan doa nafas hidup kita,karena dunia saat ini tidak sedang baik baik saja.Pesan bunda Maria supaya kita membawa damai dan berkat bagi semua orang melalui tindakan dan perbuatan kita.Tuhan memberkati kita,bunda Maria senantiasa mendoakan kita”tutup RD Stanislaus Bani.
Sambutan ketua panitia Efremsius Rivaldo mengucapkan”terimakasih kepada pastor paroki,koordinator wilayah tiga,para Romo,diakon,suster,serta donatur dan seluruh umat kbg yang hadir dan berpatisipasi pada perayaan misa syukur penampakan bunda Maria Fatima malam ini.Adapun persiapan untuk kegiatan acara malam ini,pertama kami mengadakan rapat pengurus pada bulan September untuk membentuk panitia perayaan penampakan 108 tahun bunda Maria Fatima.lalu pada tanggal 12 September 2025 diadakan rapat membahas rancangan kegiatan,kemudian tanggal 22 September pertemuan seluruh panitia pelaksana dihadiri oleh pastor paroki dan vikaris paroki dgn hasil penetapan lokasi kegiatan berada digua Maria Fatima wilayah tiga Stasi Santo Yoakim pangkul,dengan kegiatan dimulai jam 6 sore sampai jam setengah sebelas malam dengan mengambil tema ” bersama bunda Maria Fatima kita menjadi peziarah harapan untuk membangun gereja sinodal,artinya meneladani bunda Maria yang penuh iman dan harapan berjalan bersama dalam semangat sinodalitas saling mendengarkan,melayani dan memperkuat satu dengan yang lain demi membangun gereja yang semakin hidup yang berpusat pada Kristus ” ungkap Efremsius Rivaldo .
Kepada awak media new fhh RD Yosefus Anting menyampaikan bahwa ” Maria tidak sedih atas penderitaan putranya,tapi Maria sangat sedih kalau orang katolik itu hidup tidak sesuai dengan yang diajarkan Jesus,oleh karena itu supaya bunda Maria tidak sedih dan menderita berkepanjangan marilah kita senantiasa mengikuti apa yang dikehendaki Jesus ” tutur RD Anting (paulus).
