BARABAI – News FHH,
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Kodim 1002 Koorcab Rem 101 PD XXII/Tambun Bungai, Ny. Hapsari OP. Siregar, turut ambil bagian dalam perjuangan panjang Tim Ekspedisi Juhu yang berlangsung selama lima hari. Dengan berjalan kaki menembus hutan tropis dan Pegunungan Meratus, ia bersama rombongan membawa berbagai layanan dasar menuju Desa Juhu, Kecamatan Batang Alai Timur (BAT), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Ekspedisi bertajuk “Langkah Kasih Mama Deden ke Pelosok Hulu Sungai Tengah” ini merupakan kolaborasi program Bunda PAUD HST, Deni Era Yulyantie yang akrab disapa Mama Deden bersama unsur Pemerintah Kabupaten HST dan didukung lintas instansi.

Perjalanan ekstrem dimulai pada 19 hingga 23 November 2025. Dua hari perjalanan menuju Juhu, satu hari pelaksanaan program di desa, kemudian dua hari perjalanan pulang. Selama berada di Juhu, tim melaksanakan berbagai layanan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kegiatan sosial.
Ny. Hapsari OP. Siregar menjadi salah satu figur perempuan yang menempuh seluruh rangkaian ekspedisi.
Ia berjalan kaki sekitar 20,5 jam melewati jalur terjal dari Dusun Kiyu, Desa Hinas Kiri, menuju Desa Juhu yang berjarak sekitar 20 kilometer dan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki serta mengharuskan bermalam di tengah hutan.
“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam hidup saya,” ujarnya.
Di Juhu, ia berperan memberikan sosialisasi serta pelayanan kesehatan kepada siswa SD dan warga desa. Menurutnya, apa yang dilakukan tim bukan sekadar tugas, namun sebuah pengabdian.
“Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan kemanusiaan. Kita ingin memastikan sentuhan layanan pendidikan PAUD, SD hingga kesehatan terintegrasi dapat dirasakan hingga pelosok pegunungan,” tegasnya.
Setelah menempuh perjalanan pulang yang sama beratnya, Tim Ekspedisi Juhu akhirnya tiba kembali di rumah masing-masing dengan selamat pada Minggu (23/11/2025). Ekspedisi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi berbagai pihak dalam menjangkau masyarakat pedalaman yang selama ini sulit mendapat layanan dasar. ( Hendra )
