Ketua Persit Kodim 1002 Ny. Hapsari OP. Siregar Ikut Taklukkan Ekspedisi Juhu: 20 Jam Jalan Kaki Demi Pendidikan dan Kesehatan Pelosok Meratus

KESEHATAN PENDIDIKAN

BARABAI – Keteguhan dan kepedulian kembali diperlihatkan para perempuan tangguh Hulu Sungai Tengah (HST) dalam Ekspedisi Juhu 2025. Salah satu figur yang mencuri perhatian adalah Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Kodim 1002 Koorcab Rem 101 PD XXII/Tambun Bungai, Ny. Hapsari OP. Siregar, yang turut menempuh seluruh rangkaian perjalanan ekstrem menuju Desa Juhu, Kecamatan Batang Alai Timur (BAT).

Ekspedisi bertajuk “Langkah Kasih Mama Deden ke Pelosok Hulu Sungai Tengah” tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 November 2025. Kegiatan ini dipelopori Bunda PAUD HST Ny. Deni Era Yulyantie (Mama Deden), didukung Pemkab HST, TNI, Polri serta lintas instansi dengan membawa misi layanan pendidikan, kesehatan, dan sosial ke wilayah 3T (Terdepan,Tertinggal,Terluar) yang selama ini sulit dijangkau.

20,5 Jam Jalan Kaki, Menembus Jalur Terjal dan Dingin MeratusNy. Hapsari OP. Siregar menjadi salah satu perempuan yang menjalani seluruh rute perjalanan ekstrem itu. Dari Dusun Kiyu, Desa Hinas Kiri menuju Juhu, ia berjalan kaki sekitar 20,5 jam melewati jalur menanjak, licin, serta suhu dingin khas pegunungan.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam hidup saya,” ungkapnya. Rombongan yang berjumlah 125 orang bergerak bersama selama lima hari dan kembali dengan jumlah lengkap. “Alhamdulillah, berangkat 125 orang dan kembali 125 orang dengan keadaan sehat.

Ini menjadi kebanggaan sekaligus kebahagiaan bagi kami semua,” ucapnya. Menurutnya, ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan pengabdian.

“Kita ingin memastikan layanan pendidikan PAUD hingga SD, serta layanan kesehatan terintegrasi dapat dirasakan hingga pelosok pegunungan. Ini misi berbagi, bukan sekadar tugas,” tegasnya.

Persit Kodim 1002 Bawa Edukasi Kesehatan untuk Anak-Anak Juhu

Selama sehari berada di Juhu, tim Persit Kartika Chandra Kirana memberikan edukasi kesehatan dan sosial kepada anak-anak SD dan TK. Materinya meliputi kebersihan diri, pencegahan infeksi, hingga upaya menjaga pertumbuhan anak agar terhindar dari stunting.

“Kami memberikan edukasi kesehatan agar anak-anak bisa menjaga kebersihan diri, sehingga tumbuh kembang mereka optimal dan tidak rentan infeksi. Semua ini untuk masa depan mereka,” katanya. Para ibu Persit juga memberikan layanan kesehatan dasar dan penyuluhan kepada warga desa.

Harapan: Akses Lebih Baik bagi Masyarakat Juhu

Saat berdialog dengan tokoh masyarakat setempat, Ny. Hapsari mendengar komitmen warga yang memilih tetap tinggal di Juhu meski jauh dari pusat kota. “Harapan saya, meski mereka tinggal di tengah pegunungan, akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan tetap bisa mereka dapatkan. Program pemerintah harus menjangkau mereka secara merata,” ujarnya.

Ekspedisi yang Menjadi Ingatan Seumur Hidup Ekspedisi Juhu 2025 bukan hanya perjalanan panjang dan penuh tantangan, tetapi juga pengalaman kemanusiaan yang membekas.

“Ini akan menjadi kebanggaan, kebahagiaan, tantangan, dan ingatan yang tidak akan kami lupakan,” tutupnya.

Tim Ekspedisi Juhu akhirnya kembali ke rumah masing-masing pada Minggu (23/11/2025) dengan selamat. Misi kemanusiaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menjangkau masyarakat pedalaman yang selama ini jauh dari layanan dasar.

(Hendra)