Haul Kubah Dingin Jadi Momentum Perkuat Keharmonisan Pemimpin dan Ulama di HST

DAERAH
Views: 37
2 0
Read Time:2 Minute, 5 Second

BARABAI – Bupati dan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) menghadiri peringatan haul Datu Usman atau yang dikenal sebagai Kubah Dingin di Desa Banua Kepayang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Minggu (12/4/2026) sore.

Kehadiran pimpinan daerah ini menjadi simbol kuat keharmonisan antara umara dan ulama dalam membangun daerah yang religius dan berkeadilan.

Acara tersebut turut dihadiri Pimpinan Majelis Raudhatul Ghanna Annabiwiyah Kandangan sekaligus Ketua MUI Provinsi Kalimantan Selatan, TGH Ahmad Syairazi, para habaib, guru agama, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam tausiyahnya, TGH Ahmad Syairazi menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak bisa dicapai hanya oleh satu pihak. Ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara sebagai dua elemen yang saling melengkapi.

“Ulama dengan umara ini tidak bisa dipisahkan. Jika hanya umara, siapa yang memimpin doa dan membimbing umat. Sebaliknya, jika hanya ulama tanpa umara, maka urusan pemerintahan tidak akan berjalan,” jelasnya.

Ia juga mengangkat keteladanan Khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam membangun negeri dengan menyatukan tiga pilar utama, yakni umara (pemimpin), ulama (tokoh agama), dan agniya (orang kaya).

Menurutnya, sinergi ketiga unsur tersebut akan melahirkan masyarakat yang sejahtera dan diridhai Allah SWT, atau yang dikenal dengan konsep baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Lebih lanjut, ia menjelaskan empat tiang utama dalam kehidupan bernegara menurut ajaran Islam, yakni keadilan pemimpin (adlul umara), ilmu ulama (ilmul ulama), kedermawanan orang kaya (sakha-ul agniya), serta doa kaum dhuafa (doa-ul fuqara).

“Peran orang-orang mampu sangat penting, jangan hanya bergantung pada pemerintah. Harus ada kepedulian sosial melalui zakat dan infak,” pesannya.

Sementara itu, Bupati HST Samsul Rizal dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk menjalankan roda pemerintahan secara adil, sebagaimana pesan para ulama.

Ia menegaskan bahwa dirinya siap mengabdi dan bersinergi dengan para tokoh agama demi kemajuan daerah.

“Saya sebagai umara harus berkhidmat kepada ulama. Pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dan bimbingan ulama,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan kecintaannya terhadap Kabupaten HST, mengingat keluarganya merupakan bagian dari masyarakat daerah tersebut.

Selain itu, ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan keagamaan, termasuk fasilitas majelis yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Ke depan, kebijakan akan kami arahkan agar selaras dengan nilai-nilai keagamaan demi kemaslahatan bersama,” tegasnya.

Sebagai informasi, Datu Usman bin Salman Al Arsyadi merupakan tokoh ulama yang memiliki garis keturunan mulia hingga kepada Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Silsilahnya tercatat sebagai Haji Usman bin Haji Salman bin Abdul Karim bin Qadhi Muhammad bin Qadhi Haji Ahmad Balimau bin Haji Muhammad Asad, dengan garis ibu dari Syarifah binti Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

( Hendra )

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0