Barabai – Liga Pemdes Hulu Sungai Tengah (HST) 2026 resmi digelar dengan mengusung tema “Tingkatkan Solidaritas, Junjung Sportivitas, Raih Posisi Teratas”. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat hubungan kekeluargaan antar aparatur pemerintahan desa.
Pembukaan berlangsung meriah di Balai Rakyat Barabai, Rabu (15/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WITA. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati HST Samsul Rizal, unsur Forkopimda, serta Forkopimcam se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah,KONI, Manager Tim serta Undangan lainnya.
Turnamen secara resmi dibuka melalui pemukulan gong oleh Bupati sebagai tanda dimulainya kompetisi.
Dalam sambutannya, Bupati Samsul Rizal menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki peran penting dalam menumbuhkan nilai nasionalisme dan persatuan.

“Melalui sepak bola, berbagai perbedaan dapat dilebur. Ini menjadi jembatan yang kuat untuk mempererat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Liga Pemdes HST 2026 diikuti sembilan tim terbaik yang mewakili masing-masing kecamatan. Para pemain terdiri dari Kepala Desa, Anggota BPD, hingga perangkat desa. Menariknya, kompetisi ini dikemas dengan format profesional dan terstruktur, bahkan disebut sebagai yang pertama di Kalimantan Selatan, dan kemungkinan juga di Indonesia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) HST, Eddy Rahmawan, menjelaskan bahwa liga ini lahir dari inisiatif para aparatur desa sendiri. Berawal dari hobi di waktu senggang, kegiatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi ajang resmi yang bermanfaat.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana refreshing bagi aparatur desa setelah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Secara teknis, pertandingan akan digelar setiap Sabtu sore pukul 16.00 WITA dengan jeda dua minggu sekali. Pengaturan jadwal ini dilakukan agar tidak mengganggu pelayanan publik di desa masing-masing.
Selain itu, kompetisi ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan sistem pertandingan home and away, kehadiran penonton diyakini dapat menggerakkan sektor UMKM di sekitar lokasi pertandingan.
Ketua Panitia Pelaksana, Isri Pariatmi, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak, termasuk camat dan organisasi desa. Ia juga menekankan pentingnya sinergi tiga pilar dalam menjaga keamanan selama liga berlangsung.
“Menang itu bonus, tapi sportivitas adalah yang utama,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Samsul Rizal menyebut Liga Pemdes ini sebagai ajang pemersatu yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat silaturahmi antar aparatur desa.
“Ini mungkin liga pemerintahan desa pertama di Kalimantan Selatan, bahkan bisa jadi di Indonesia. Ini adalah alat pemersatu dan mempererat persatuan bangsa,” pungkasnya.
( Hendra )
