Bronjong Irigasi Program Oplah Non Rawa 2026 Dibangun di Bantargadung, Petani Cibening Lega Sawah Kembali Terairi

DAERAH

SUKABUMI — Rabu, 2 September 2026 Masyarakat dan para petani di Kampung Cibening, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menyambut lega pelaksanaan pembangunan bronjong irigasi melalui Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa Tahun Anggaran 2026.


Pembangunan bronjong tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung kelancaran pengairan lahan persawahan di wilayah tersebut. Kehadiran infrastruktur irigasi ini diharapkan dapat membantu petani mendapatkan pasokan air yang lebih baik sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan secara optimal.


Pekerjaan pembangunan bronjong dilaksanakan secara swakelola oleh Gapoktan Pangauban Tani, dengan melibatkan masyarakat dan petani setempat. Kegiatan tersebut mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp184 juta, yang bersumber dari APBN Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2026.


Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026. Ketua Gapoktan Pangauban Tani, Dudi Ruyandi, mengatakan pembangunan bronjong irigasi tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan penghasilan dari lahan persawahan.
Kami sebagai petani merasa lega dengan adanya pembangunan bronjong ini.

“Setidaknya dengan adanya infrastruktur irigasi ini, air bisa lebih terarah dan dapat mengairi lahan persawahan masyarakat di wilayah Kampung Cibening,” ujar Dudi.


Menurut Dudi, program tersebut bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian.


Ia berharap pembangunan yang dilakukan secara swakelola tersebut dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.


“Kami dari Gapoktan Pangauban Tani tentu sangat berterima kasih atas dukungan program ini. Kami akan berupaya melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan dan mengutamakan kualitas, karena yang akan merasakan manfaatnya adalah para petani sendiri,” katanya.


Dudi menambahkan, keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan pertanian. Ketersediaan air yang memadai menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas lahan sawah, terutama ketika petani memasuki masa tanam.


Dengan pembangunan bronjong tersebut, Gapoktan berharap pengelolaan dan distribusi air ke area persawahan dapat menjadi lebih baik. Selain itu, masyarakat juga diharapkan ikutn menjaga serta merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang panjang.


Program Oplah Non Rawa Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kampung Cibening ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.


Gapoktan Pangauban Tani juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi serta pemerintah pusat atas dukungan program dan anggaran yang diberikan kepada masyarakat petani.


“Harapan kami, ke depan perhatian dan dukungan terhadap infrastruktur pertanian seperti irigasi ini bisa terus berlanjut. Kalau air tersedia dan pengairannya lancar, petani tentu lebih tenang dalam mengelola sawah dan meningkatkan hasil pertanian,” pungkas Dudi Ruyandi.

(Asep, SH)