Barabai — Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah sejak dini hari hingga siang hari, Senin (18/5/2026), menyebabkan banjir merendam sejumlah desa dan kelurahan di tiga kecamatan utama. Akibatnya, akses jalan hingga permukiman warga di beberapa titik lumpuh akibat luapan air sungai.
Berdasarkan laporan sementara BPBD dan Damkar Hulu Sungai Tengah yang dirilis pukul 16.00 WITA, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Batu Benawa, Kecamatan Barabai, dan Kecamatan Pandawan dengan kondisi ketinggian air yang berbeda-beda di setiap lokasi.
Di Kecamatan Batu Benawa, banjir merendam Desa Aluan Besar dan Desa Paya Besar. Di Desa Aluan Besar tercatat sebanyak 373 rumah terdampak dengan jumlah warga mencapai 1.029 jiwa. Sementara di Desa Paya Besar, sebanyak 281 rumah dan 860 jiwa ikut terdampak banjir. Selain itu, satu bangunan sekolah juga terendam dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.

Wilayah Kecamatan Barabai menjadi kawasan dengan dampak cukup luas. Genangan air meliputi Barabai Darat, Barabai Timur, Barabai Selatan, Barabai Utara, Kelurahan Bukat, Desa Mandingin hingga Desa Pajukungan.
Khusus di Kelurahan Barabai Darat, tercatat sekitar 650 rumah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 350 rumah sudah dimasuki air dengan ketinggian mencapai 7 hingga 15 sentimeter. Sejumlah fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, dan kantor pemerintahan juga ikut terendam.
Sementara itu di Desa Mandingin, sekitar 40 rumah terdampak banjir. Air juga menggenangi sejumlah instansi penting seperti kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kantor KUA, Kemenag, sekolah hingga tempat ibadah dengan tinggi genangan mencapai 50 sentimeter di halaman bangunan.
Di Kecamatan Pandawan, banjir turut merendam Desa Kayu Rabah, Jaranih, Masiraan, dan Palajau. Desa Jaranih menjadi salah satu wilayah yang cukup terdampak dengan total 391 rumah terdampak dan 26 rumah di antaranya telah dimasuki air.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat bencana tersebut. Namun satu warga di Barabai Darat terpaksa dievakuasi ke rumah kerabat karena kondisi rumah yang terdampak banjir.
Kondisi air di masing-masing wilayah masih terus dipantau petugas. Di Kecamatan Batu Benawa debit air mulai berangsur surut, sedangkan di wilayah Barabai kondisi air masih bertahan dan cenderung meningkat. Sementara di Kecamatan Pandawan, debit air dilaporkan masih terus bertambah.
Plt Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar HST Ahmad Fathoni melalui Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST, Fitriadinnor mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perkembangan situasi banjir.
“Kami meminta warga agar tetap tenang, tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi air yang belum serentak surut di semua titik. Tetap perhatikan keselamatan dan segera laporkan jika membutuhkan bantuan petugas,” tegas Fitriadinnor.
Saat ini seluruh personel BPBD dan Damkar HST terus dikerahkan untuk melakukan pendataan, pemantauan, serta penanganan di lapangan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat proses penanggulangan bencana di Bumi Murakata.
( Hendra )
