BARABAI – Ribuan warga Hulu Sungai Tengah (HST) memadati Lapangan Dwi Warna Barabai untuk menyaksikan keseruan tradisi panjat pinang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026) sore.
Sebanyak 20 pohon panjat pinang disiapkan dan tersebar untuk peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten HST. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 Wita tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati HST Samsul Rizal.
Sejak sore, suasana Lapangan Dwi Warna Barabai sudah dipenuhi masyarakat. Sorak-sorai dan gelak tawa penonton pecah setiap kali para peserta berusaha menaklukkan batang pinang yang telah dilumuri oli untuk mencapai berbagai hadiah yang berada di puncak.
Tradisi yang menjadi salah satu permainan rakyat khas perayaan kemerdekaan itu pun kembali membuktikan daya tariknya. Tidak hanya anak-anak dan peserta lomba, warga dari berbagai kalangan turut antusias menyaksikan perjuangan setiap tim mencapai puncak.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten HST, Nadea Rizky Ananda, mengatakan pelaksanaan panjat pinang tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk tahun 2025 kita melaksanakan panjat pinang sebanyak 17 pohon, sedangkan tahun 2026 ini sebanyak 20 pohon. Insyaallah tahun depan akan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Menurut Nadea, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten HST, instansi terkait, serta berbagai pihak yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan KNPI HST.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik sebelum maupun selama pelaksanaan kegiatan.
“Dukungan dari pemerintah kabupaten dan instansi terkait sangat kami butuhkan. Suksesnya acara hari ini tentu tidak lepas dari peran dan dukungan semua pihak,” katanya.
Nadea juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran panitia KNPI HST yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan hingga dapat terlaksana dengan meriah.
Sementara itu, Bupati HST Samsul Rizal mengapresiasi KNPI HST, panitia, peserta, dan seluruh masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Tradisi panjat pinang yang kita laksanakan hari ini bukan hanya hiburan rakyat, tetapi juga sarat akan makna,” ujar Samsul Rizal.
Menurutnya, panjat pinang mengajarkan nilai kerja sama dan gotong royong untuk mencapai tujuan bersama. Setiap peserta memiliki peran masing-masing, mulai dari memanjat, menopang rekan satu tim, hingga memberikan semangat.
Nilai kekompakan, kesabaran, keberanian, serta semangat pantang menyerah tersebut, kata dia, sangat relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Yang terpenting bukan siapa yang paling cepat mencapai puncak, tetapi semangat kerja sama, kekompakan, dan kegembiraan yang kita rasakan bersama jauh lebih berharga,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga ketertiban selama perlombaan berlangsung.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat HST.
Dengan penuh antusiasme dan sorak-sorai ribuan warga, Bupati Samsul Rizal kemudian secara resmi menyatakan perlombaan panjat pinang dimulai.
Semangat para peserta yang berjuang mencapai puncak pun menjadi gambaran sederhana tentang semangat masyarakat HST: bekerja bersama, saling menopang, dan pantang menyerah demi mencapai tujuan.
( Hendra )
