BANJARBARU– Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, S.E., meninjau secara langsung pelaksanaan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI–PNG Mobile (PSSB) Yonif 621/Manuntung (MTG), Rabu (17/12/2025).
Kunjungan kerja tersebut berlangsung di wilayah latihan Yonif 621/MTG dan merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan operasional pasukan sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan di Papua. Sekjen Kemhan tiba di lokasi latihan sekitar pukul 10.00 WITA, didampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, M.Sc., S.Sos., serta Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan komprehensif dari Dansatgas Yonif 621/MTG Letkol Inf Eko Arif Chrestianto mengenai kesiapan satuan dalam menghadapi tugas operasi. Dalam paparannya, Dansatgas menjelaskan strategi pengamanan wilayah perbatasan, pemetaan daerah rawan, serta program teritorial yang akan dilaksanakan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat di daerah penugasan.

Selain itu, Dansatgas juga melaporkan kondisi kesiapan alutsista serta kesiapan fisik dan mental seluruh prajurit yang telah menjalani latihan intensif selama beberapa minggu terakhir sebagai bagian dari pembinaan pratugas.
Usai menerima paparan, Sekjen Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo memberikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme prajurit Yonif 621/MTG dalam mengikuti Latihan PSSB. Ia menilai perencanaan yang disusun telah matang dan mencerminkan kesiapan satuan dalam menjalankan tugas negara.
“Latihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi simulasi nyata medan operasi. Saya menekankan kepada seluruh prajurit agar selalu waspada, tidak pernah lengah, serta mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tegas Sekjen Kemhan.
Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menambahkan bahwa Latihan PSSB merupakan gambaran riil kondisi operasi di lapangan. Ia menekankan pentingnya soliditas dan komunikasi yang efektif antar unsur pimpinan agar rantai komando dapat berjalan optimal saat bertugas.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan pengarahan Sekjen Kemhan yang berharap, dengan dukungan logistik dan moril yang maksimal, Satgas Yonif 621/MTG dapat melaksanakan misi pengamanan perbatasan RI–PNG Mobile dengan sukses serta kembali ke home base dalam kondisi lengkap dan aman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekjen Kemhan, jajaran Pejabat Utama Kodam XXII/Tambun Bungai, para Kasi Korem 101/Antasari, serta Dandim 1006/Banjar.
(Hendra)
