BARABAI – News FHH,
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan program nasional 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7/2025). Peluncuran ini dilakukan serentak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, yang dipusatkan di Pendopo Bupati HST.
Kegiatan peluncuran di HST dihadiri langsung oleh Bupati HST Samsul Rizal, unsur Forkopimda, kepala SKPD, para camat, lurah, kepala desa, serta tokoh dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Program Koperasi Merah Putih merupakan strategi nasional untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat dari tingkat akar rumput. Tidak hanya berperan sebagai lembaga simpan pinjam, koperasi ini dirancang menjadi pusat layanan ekonomi terpadu bagi masyarakat desa, dengan konsep yang profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Di HST sendiri, program ini langsung diimplementasikan secara nyata. Tercatat 169 unit Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk, tersebar di seluruh kecamatan. Bahkan untuk kawasan terpencil di Pegunungan Meratus, seperti Desa Juhu, Aing Bantai, dan Batu Perahu, digabungkan dalam satu koperasi terpadu demi efisiensi pelayanan dan pengelolaan.
Dalam sambutannya, Bupati Samsul Rizal menegaskan bahwa peluncuran ini bukanlah seremoni belaka. “Apa yang kita saksikan hari ini bukan hanya peresmian koperasi, tetapi awal dari perubahan cara kita membangun desa. Presiden sudah memberi arah, sekarang tugas kita untuk melaksanakan. Jangan biarkan koperasi ini hanya jadi formalitas,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui koperasi desa, masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok seperti sembako, obat-obatan, layanan kesehatan, hingga pergudangan dan logistik secara lebih mudah dan terjangkau. Unit usaha koperasi mencakup gerai sembako, apotek, klinik desa, unit simpan pinjam, dan layanan logistik desa.
“Koperasi ini harus menjadi pusat layanan ekonomi warga. Bukan hanya tempat simpan uang, tetapi juga tempat warga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemandirian ekonomi itu kita mulai dari sini,” ujar Bupati.
Dirinya juga mengingatkan para camat dan kepala desa untuk aktif memastikan koperasi berjalan secara profesional dan memberi manfaat langsung kepada warga. “Tugas kalian memastikan koperasi aktif, keuangannya jelas, barangnya tersedia, dan pelayanannya dirasakan warga. Koperasi harus benar-benar hidup dan menyejahterakan,” ucapnya.
Bupati turut mengapresiasi semangat kepala desa yang telah lebih dulu memulai inisiatif koperasi desa, meski menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan SDM, infrastruktur, dan manajemen. Pemerintah daerah, katanya, akan terus memberi dukungan penuh melalui pelatihan, pendampingan teknis, hingga akses ke pasar.
“Program ini menjadi tonggak penting dalam membangun sistem ekonomi desa yang mandiri, inklusif, dan berkeadilan. Melalui koperasi ini, desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama dalam menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujarnya optimis.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen pemerintahan dari desa hingga kecamatan untuk bersama-sama menyukseskan program strategis ini. “Kita sudah punya niat baik, instrumen ada, regulasi mendukung, dan semangat sudah menyala. Tinggal bagaimana kita mengawalnya. Mari kita buktikan, desa bisa bangkit dan berdikari lewat koperasi ini,” pungkasnya. ( Hendra )
