JAKARTA – News FHH,
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resmi menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dengan Politeknik Statistika STIS dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data. Penandatanganan berlangsung di Kampus STIS, Jalan Otto Iskandardinata No. 64C, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Melalui kerja sama strategis ini, Pemkab HST membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk mengikuti jalur penerimaan mahasiswa baru pola pembibitan dengan ikatan dinas. Formasi yang diajukan akan difokuskan pada kebutuhan aparatur di bidang statistik. Siswa-siswi yang lolos seleksi akan menempuh pendidikan di STIS dan setelah lulus langsung diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab HST.

Bupati HST, Samsul Rizal, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam membangun pemerintahan yang terukur, akuntabel, dan berlandaskan data. Ia juga memastikan dukungan penuh kepada para siswa yang berhasil lolos seleksi pola pembibitan.
“Ini bukan sekadar seremoni. Kami serius ingin membangun daerah dengan basis data yang kuat,” tegasnya.
“Pemkab HST berkomitmen memberikan beasiswa kepada putra-putri kami yang lulus jalur pembibitan. Mereka adalah aset masa depan daerah.”
Direktur Politeknik Statistika STIS, Dr. Erni Tri Astuti, M.Math., menyambut baik langkah Pemkab HST. Ia menjelaskan bahwa sejak 2025 STIS membuka jalur pembibitan khusus untuk pemerintah daerah sebagai bagian dari dukungan terhadap program Satu Data Indonesia.
“Selama ini lulusan kami mayoritas ditempatkan di BPS dan kementerian/lembaga. Jalur pembibitan untuk daerah menjadi solusi memperkuat tenaga statistik kompeten hingga ke level kabupaten,” ujar Erni.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika HST, Darkuni, S.Hut., M.A.P., memastikan bahwa kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Ia menargetkan jalur pembibitan formasi Pemkab HST mulai dibuka pada 2026.
“Kami mengimbau para siswa SMA, SMK, dan MA di Hulu Sungai Tengah mempersiapkan diri sejak sekarang. Ini peluang emas: pendidikan berkualitas, beasiswa, dan kepastian menjadi abdi negara di daerah sendiri,” ujarnya.
Ruang lingkup kerja sama antara kedua pihak mencakup empat pilar utama: pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM), yang akan diimplementasikan selama lima tahun ke depan.
Kegiatan penandatanganan MoU turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ainur Rafiq, S.Sos., M.A.P., Kepala BKPSDMD H. Akhmad Noor Jauhari, S.T., M.A.P., serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Drs. Mursyidi.( Hendra )
