Pelatihan Perdana Satlinmas HST Digelar, Fokus Tingkatkan Ketertiban dan Bela Negara

DAERAH

Barabai – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar Pelatihan Satlinmas Desa/Kelurahan Kabupaten HST Tahun 2026 di Aula Hotel Darul Istiqomah Barabai, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 195 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari Kecamatan Barabai dan Pandawan.

Kepala Satpol PP HST, Drs. Ahmad Fathoni, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas Satlinmas sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban umum dan perlindungan masyarakat di desa maupun kelurahan.

“Satlinmas ini merupakan garda terdepan dalam rangka menciptakan ketertiban masyarakat dan perlindungan masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurut Fathoni, menjaga ketertiban masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan personel Satpol PP semata, sehingga diperlukan keterlibatan aktif Satlinmas di tingkat desa dan kelurahan.

“Kalau mengharapkan di Satpol PP saja tentu tidak bisa. Karena itu kita membantu mereka dalam konteks peningkatan kapasitas dan pembinaan tata laksana,” katanya.

Ia menjelaskan, para peserta akan dibekali berbagai keterampilan dan kompetensi yang dapat diterapkan saat menjalankan tugas di lapangan, mulai dari penguatan trantibum, penanggulangan bencana, hingga penanganan gangguan ketertiban masyarakat.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi wawasan kebangsaan dan bela negara guna memperkuat kesiapsiagaan serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Fathoni mengungkapkan, jumlah anggota Satlinmas di Kabupaten HST saat ini mencapai sekitar 845 orang. Namun karena keterbatasan anggaran, pelatihan tahap awal baru difokuskan untuk dua kecamatan terlebih dahulu.

“Kita ingin menyelenggarakan secara marathon seperti ini, namun tentu memerlukan anggaran yang besar. Ini percobaan pertama kita menyelenggarakan kegiatan seperti ini,” ucapnya.

Ia berharap ke depan program peningkatan kapasitas Satlinmas dapat menjadi perhatian dalam penganggaran daerah maupun melalui dukungan dana desa.

“Harapannya nanti Satlinmas ini mendapatkan anggaran yang cukup melalui dana desa untuk mendukung trantibum linmas di desa. Selain operasional, juga untuk menunjang aparat karena tugas mereka 24 jam non stop,” tambahnya.

Berdasarkan jadwal, pelatihan dilaksanakan selama dua hari, mulai 18 hingga 19 Mei 2026, dengan berbagai materi terkait pembinaan linmas desa dan kelurahan, penguatan pelaksanaan trantibum, penanggulangan bencana, wawasan kebangsaan dan bela negara, hingga strategi penanganan gangguan ketertiban masyarakat.

( Hendra )