BARABAI – News FHH,
Suasana Ramadan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) semakin semarak dengan digelarnya Festival Semarak Ramadan 1446 H, yang salah satu acaranya adalah Lomba Bagarakan Sahur. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Balai Rakyat Barabai, Jumat (21/3), dan diikuti oleh 20 grup dari berbagai kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST, H. Muhammad Anhar, S.STP., ME, menyampaikan bahwa lomba ini bertujuan untuk melestarikan tradisi dan kesenian Islam, yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Banjar.

“Dulu, membangunkan sahur dilakukan secara tradisional dengan alat musik khas. Sekarang, meskipun zaman sudah berubah, kita tetap harus menjaga nilai-nilai budaya dan agama yang telah diwariskan,” ujar Anhar.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya, lomba ini juga menjadi sarana pembinaan generasi muda agar lebih menghargai warisan budaya serta mempererat ukhuwah Islamiyah antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Pelaksanaan dan Penjurian
Lomba ini dinilai oleh tiga dewan juri yang ahli di bidang seni dan budaya, yaitu:
Syamsudin Arsy (Pimpinan Kindai Institut Banjarbaru)
Muhammad Budi Zaki, M.Pd
Noyandi Saputera, M.Sn (Dosen FKIP Pendidikan Seni Pertunjukan)
Para peserta menampilkan kreativitas mereka dalam membangunkan sahur dengan menggabungkan unsur seni, budaya, dan nilai tradisional.
DUKUNGAN DAN HADIAH
Lomba ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten HST, Dinas Pendidikan, serta beberapa lembaga budaya, seperti Dewan Kesenian HST, Komunitas Pelestari Budaya dan Sejarah (Kumbar), dan Pawadahan Nanang Galuh.
Para pemenang mendapatkan hadiah sebagai berikut:
- Juara 1: Rp5 juta
- Juara 2: Rp3 juta
– Juara 3: Rp2 juta
- Juara Harapan 1: Rp1,5 juta
- Juara Harapan 2: Rp1,250 juta
- Juara Harapan 3: Rp1 juta
BUPATI HST: BAGARAKAN SAHUR, WUJUD KEBERSAMAAN DAN GOTONG ROYONG
Bupati HST, Samsul Rizal, mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya menjaga warisan budaya Banjar.
“Tradisi ini harus terus dilestarikan agar tidak punah. Dulu, Bagarakan Sahur dilakukan dengan alat-alat tradisional, kini lebih banyak menggunakan speaker modern yang cenderung bising. Melalui lomba ini, kita ingin menanamkan nilai budaya dan gotong royong kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap Festival Semarak Ramadan ini menjadi ajang silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh Forkopimda HST, Sekda, para camat se-Kabupaten HST, serta tamu undangan lainnya. Dengan mengucap Bismillah, Festival Semarak Ramadan 1446 H pun resmi dibuka. ( Hendra )
