BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal memimpin langsung apel kesiapsiagaan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 621/Manuntung yang digelar di Lapangan Dwi Warna Barabai, Sabtu pagi (31/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh prajurit dalam menjaga kedaulatan negara serta keamanan dan ketertiban masyarakat.
Apel kesiapsiagaan ini menjadi simbol komitmen bersama antara TNI dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi tantangan, baik di bidang pertahanan, keamanan wilayah, penanganan bencana alam, maupun dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam amanatnya, Samsul Rizal menyampaikan pesan penuh motivasi kepada seluruh prajurit Yonif 621/Manuntung. Ia menekankan bahwa tugas menjaga kedaulatan dan keamanan negara tidak semata-mata diukur dari kemampuan tempur di medan perang, tetapi juga dari kesiapsiagaan dalam merespons setiap perubahan situasi di masyarakat.

“Prajurit Batalyon Infanteri 621/Manuntung yang saya cintai dan saya banggakan, tugas menjaga kedaulatan dan keamanan bukan hanya soal mengangkat senjata di garis depan, tetapi juga kesiapsiagaan dalam menyikapi dinamika yang terjadi di tengah masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menekankan bahwa apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial rutin, melainkan wujud nyata pernyataan kesiapan prajurit, baik dari aspek personel, materiil, maupun mental. Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks dan menuntut kewaspadaan tanpa celah.
“Ini adalah pernyataan kesiapan. Siap personel, siap materiil, dan siap mental. Tantangan ke depan—mulai dari potensi bencana alam, pengamanan wilayah, hingga kompleksitas sosial—menuntut kita untuk tidak lengah sedikit pun,” ujarnya.
Samsul Rizal turut menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit di setiap lini. Kesiapan fisik, mental, dan kemampuan taktis harus terus diasah melalui latihan yang terencana dan disiplin yang kuat, dengan prinsip bahwa kesiapan yang tidak terpakai jauh lebih baik daripada ketidaksiapan saat dibutuhkan.
Selain itu, sinergi lintas sektor menjadi perhatian utama dalam menghadapi berbagai persoalan di daerah. Kerja sama yang solid antara TNI, pemerintah daerah, Polri, serta instansi terkait dinilai mutlak diperlukan demi menjaga stabilitas dan keselamatan masyarakat.
“Tidak boleh ada ego sektoral. Keselamatan dan kesejahteraan rakyat adalah prioritas bersama,” katanya.
Hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat juga ditegaskan sebagai fondasi kekuatan institusi. Prajurit diharapkan mampu menjadi pelindung dan pengayom masyarakat dengan sikap humanis, sopan, namun tetap tegas dalam menjalankan tugas.
Aspek kewaspadaan dini turut menjadi penekanan dalam amanat tersebut. Setiap potensi gangguan keamanan harus mampu terdeteksi sejak awal agar tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar bagi stabilitas wilayah HST.
Di akhir amanatnya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit Yonif 621/Manuntung yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Ia optimistis semangat “Manuntung” akan terus mengiringi pengabdian prajurit demi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Apel kesiapsiagaan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten HST, Komandan Yonif 621/Manuntung, Sekretaris Daerah beserta jajaran, para kepala SKPD, seluruh camat se-Kabupaten HST, serta seluruh perwira, bintara, tamtama, dan prajurit Yonif 621/Manuntung.
( Hendra ).
