BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resmi membuka Lomba Bagarakan Sahur Tahun 2026 sebagai upaya melestarikan seni budaya Islami sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.
Kegiatan tersebut digelar pada Rabu malam (11/3/2026) di Taman Dwi Warna Barabai dengan suasana meriah dan penuh antusias masyarakat. Lomba tahun ini mengusung tema “Menjaga Tradisi, Menumbuhkan Generasi Religius dan Berbudaya.”
Pembukaan lomba dihadiri Bupati HST Samsul Rizal, Wakil Bupati HST Gusti Rosyadi Elmi bersama Ketua GOW HST Nikmatul Izzati, Ketua TP PKK HST Deny Era Yulianti, Ketua DPRD HST, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala SKPD, camat, perwakilan Kementerian Agama, KNPI, organisasi keagamaan, dewan juri, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporabudparekraf) HST, M. Ramadhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan serta menjadi bagian dari implementasi visi dan misi pemerintah daerah dalam pengembangan kebudayaan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengaktualisasikan potensi seni budaya Islami secara kreatif dan inovatif, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ramadhan, lomba bagarakan sahur juga bertujuan memperkuat ukhuwah Islamiyah antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menjaga kearifan lokal.
Sebanyak 17 grup peserta dari berbagai kecamatan se-Kabupaten HST ambil bagian dalam perlombaan ini. Setiap kelompok menampilkan kreativitas dalam menghidupkan tradisi bagarakan sahur yang sejak lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Banua.
Adapun dewan juri yang menilai perlombaan terdiri dari tiga seniman dan budayawan Kalimantan Selatan, yakni Mukhlis Maman yang dikenal sebagai Julak Larau (maestro madihin), Noviandi Saputra (pelaku seni dan akademisi Universitas Lambung Mangkurat), serta Muhammad Rosi (akademisi STAI Al-Wasliyah Barabai sekaligus founder Sanggar Jujur Banua Yogyakarta).
Panitia menyiapkan total hadiah sekitar Rp15 juta bagi para pemenang, termasuk kategori baru yaitu Juara Terunik yang diperkenalkan pada tahun ini. Seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disporabudparekraf HST Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bupati HST Samsul Rizal mengapresiasi Disporabudparekraf dan seluruh panitia yang telah menggagas kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Disporabudparekraf dan seluruh panitia yang telah menginisiasi acara malam ini,” ujarnya.
Menurutnya, bagarakan sahur bukan sekadar tradisi membangunkan masyarakat untuk sahur, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi, kebersamaan, serta wadah kreativitas generasi muda.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah sekaligus memperkuat nilai-nilai religius. Partisipasi peserta dari berbagai kecamatan menunjukkan bahwa semangat menjaga tradisi masih sangat kuat di tengah masyarakat kita,” ungkapnya.
Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan lomba ini sebagai ajang mempererat persaudaraan.
“Jadikan perlombaan ini sebagai sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan, bukan sekadar kompetisi,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih dari panitia kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan lomba, baik pemerintah daerah maupun masyarakat. Lomba Bagarakan Sahur diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus menginspirasi generasi muda HST untuk menjaga dan mengembangkan budaya Islami lokal.
( Hendra )
