BAKTI SOSIAL DONOR DARAH DALAM RANGKA PERAYAAN NATAL OIKOUMENE TAHUN 2025 PROPINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

DAERAH KESEHATAN

PANGKALPINANG NEW FAKTA HUKUM & HAM— Bakti sosial donor darah dalam rangka perayaan natal oikoumene tahun 2025 propinsi Kepulauan Bangka Belitung, panitia natal Oikoumene propinsi Bangka Belitung menyelenggarakan bakti sosial donor darah bertempat diruang pertemuan gereja kristen perjanjian baru (GKPB) MDC kota Pangkalpinang dijalan bedukang 1 nomor : 23, kelurahan pasir garam, kecamatan pangkal balam kota Pangkalpinang propinsi Bangka Belitung pada hari Sabtu tanggal 10 Januari 2026 pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai. Menurut Dr. Martha target pendonor darah dalam rangka perayaan natal oikoumene tahun 2025 sebanyak 100 pendonor” ucapnya.

Menurut ketua panitia natal oikoumene tahun 2025 propinsi Bangka Belitung bapak Irjend pol Drs Toni harsono SIk, MSI bahwa “dalam rangka menyongsong perayaan natal oikoumene tahun 2025 propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan diadakan hari Rabu 14 Januari 2026 di GOR Sahabudin,” kegiatan bakti sosial yang diadakan untuk memberikan sedikit bantuan kepada masyarakat luas yang membutuhkan tetes darah dari pendonor dan PMI mengumpulkan darah yang didonorkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan” tutur bapak Irjend Toni Harsono SIK MSI ketua panitia perayaan natal oikoumene tahun 2025 propinsi Bangka Belitung.

Awak media new fakta hukum & ham juga mewawancarai pendeta (Pdt) Sanema A.Zagoto penasehat panitia serta ketua persekutuan gereja gereja Indonesia wilayah (PGIW) propinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan bahwa” dalam rangka perayaan natal oikoumene tahun 2025 panitia mengadakan bakti sosial donor darah yaitu” donor darah ini berbagi hidup kepada sesama manusia. Disisi lain donor darah adalah membawa kesehatan bagi pendonor, disisi lain bagi penerima donor darah mereka akan menjadi sehat kembali ketika mereka membutuhkan asupan darah karena beberapa hal yang mereka alami. Saling berbagi sebagai sesama anak bangsa dan sesama manusia,dan merupakan perintah Tuhan untuk saling mengasihi sesama manusia yang membutuhkan darah” ungkap pendeta Sanema A.Zagoto.

(Paulus)