Dari Barabai untuk Indonesia: Panen Perdana HST Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

BISNIS & EKONOMI
Views: 3
0 0
Read Time:2 Minute, 11 Second

Barabai – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu lumbung pangan di Kalimantan Selatan. Hal ini dibuktikan melalui kegiatan panen perdana yang digelar di Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati HST Samsul Rizal bersama jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian Agustian, serta para petani setempat yang menjadi ujung tombak sektor pertanian daerah.

Dalam laporannya, Agustian menyampaikan bahwa ketersediaan benih padi di HST berada dalam kondisi sangat aman, bahkan mengalami surplus. Dari kebutuhan sekitar 625 ton, potensi produksi benih dari para penangkar mampu mencapai 1.000 hingga 1.200 ton per tahun.

“Artinya, HST tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berpotensi menjadi penyuplai benih bagi daerah lain,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan infrastruktur seperti gudang penyimpanan dan mesin pengering berkapasitas 2,5 ton per hari turut memastikan proses panen berjalan optimal tanpa bergantung pada kondisi cuaca.

Secara keseluruhan, produksi beras di HST dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Saat ini, sekitar 75 persen petani telah menggunakan varietas unggul, sementara sisanya tetap mengembangkan varietas lokal seperti Siam Madu yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain itu, pemerintah daerah terus mendorong pemulihan kesehatan tanah melalui penggunaan pupuk organik di sekitar 4.000 hektar lahan tadah hujan. Langkah ini dinilai sebagai inovasi penting dalam menjaga kesuburan tanah sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk.

Meski demikian, sejumlah tantangan tetap menjadi perhatian, seperti potensi fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada Juni mendatang, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta serangan hama seperti tikus dan wereng.

“Kami juga terus mencari solusi untuk optimalisasi lahan di wilayah Susupan Gunung dan Susupan Laki yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal,” tambah Agustian.

Sementara itu, Bupati HST Samsul Rizal menegaskan bahwa panen perdana ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol nyata kerja keras seluruh pihak dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan luas baku sawah mencapai 25.571 hektar, HST memiliki peran strategis sebagai penyangga pangan di Kalimantan Selatan.

“Kita harus terus berinovasi dan menjaga kualitas tanah agar produktivitas tidak menurun,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim melalui tiga langkah utama, yakni optimalisasi sistem irigasi, penyesuaian waktu tanam, serta penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap kekeringan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada para petani dan penyuluh atas dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.

“Semoga panen ini membawa berkah dan semakin memperkokoh ketahanan pangan kita. Jalan-jalan tujuan ke Hantakan, singgah satumat manukar rambutan, panen padi perdana kita laksanakan, untuk wujudkan swasembada pangan,” tutupnya dengan pantun.

( Hendra )

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0