PERISTIWA IMAN TAHBISAN TUJUH DIAKON SEBAGAI IMAM DI GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO PAULUS KAMPUNG JERUK KAB. BANGKA TENGAH

DAERAH
Views: 19
0 0
Read Time:5 Minute, 46 Second

BANGKA BELITUNG NEWS FAKTA HUKUM DAN HAM CO ID – Perayaan Tahbisan Tujuh Diakon sebagai imam di gereja katolik keuskupan Pangkalpinang merupakan peristiwa iman yang memakan waktu yang cukup lama untuk menjadi imam di gereja katolik. Minggu, 26 April 2026, gereja katolik keuskupan Pangkalpinang panen raya kedua kalinya dari kebun sendiri yang mana ketujuh diakon yang akan ditahbiskan sebagai imam katolik berasal dari seminari menengah Mario Jhon Boen yang merupakan seminari milik gereja katolik keuskupan Pangkalpinang.

Adapun momen perayaan Akbar peristiwa iman pentahbisan tujuh diakon sebagai imam dihadiri ribuan umat katolik provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hadir dalam acara pentahbisan tujuh diakon menjadi imam katolik bapak Kapolda Bangka Belitung Irjend Pol Dr. Viktor Theodorus Sihombing, Sik, M.SI, M.H., Kepala Pengadilan Bangka Belitung Ibu Artha Theresia Silalahi S.H., M.H., Danrem Garuda Jaya Bapak Brigjend TNI Nur Wahyudi, S.E., M.H., M.IPOL atau yg mewakili, anggota DPR RI Bapak Rudianto Tjen, anggota DPRD Babel Ibu Mea Hoa, Kapolres Pangkalpinang Bapak Kombes Pol Max Mariners, S.Ik, M.H., Bupati Bangka Tengah Bapak Algafri Rahman, S.T., M.Pd., atau yang mewakili, anggota DPD RI Bahar Buasan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta keluarga para tertahbis.

Perayaan tahbisan tujuh diakon sebagai imam gereja katolik diawali dengan urutan Ekaristi tahbisan sebagai berikut; perarakan Ekaristi tahbisan dimulai pukul 09.00 – 12.30 WIB, dengan perarakan penyambutan dan arak arakan menuju gereja diiringi barongsai. Lalu dimulai perayaan Ekaristi tahbisan imam, serta sambutan sambutan dan berkat penutup oleh Mgr. Adrianus Sunarko OFM dan sesi foto bersama.

Sedangkan untuk sesi kedua acara pentahbisan tujuh diakon sebagai imam yaitu acara ramah tamah dan syukuran (12.45 – 15.45 WIB), kemudian penyambutan pestawan menuju panggung diiringi dengan kuda lumping dan tarian sekapur sirih, lalu sambutan pastor paroki dan sambutan tamu kehormatan dilanjutkan dengan doa makan dan santap siang bersama. Untuk acara penampilan kesenian dan kreativitas (wilayah 1 – 4) yaitu penampilan suster suster KKS, PDKK dan OMK Katedral serta pembagian doorprize, serta tari bersama dan acara bebas.

Pesta iman tahbisan tujuh diakon gereja katolik keuskupan Pangkalpinang sebagai imam oleh Mgr Adrianus Sunarko OFM uskup Pangkalpinang dimulai dengan urutan sebagai berikut; pertama ritus pembukaan, kemudian liturgi sabda dilanjutkan dengan liturgi tahbisan, sesudah itu liturgi ekaristi, lalu ritus komuni dan ritus penutup.

Di dalam homili pesta iman tahbisan diakon sebagai imam katolik, Mgr. Adrianus Sunarko OFM menyampaikan amanat dan pesan untuk tujuh diakon sebagai imam gereja katolik “agar menjadi gembala yang baik seperti Yesus dalam Injil suci liturgi Gereja katolik Injil Yohanes (10 : 1 – 10). Demikian pesan uskup Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko OFM untuk para tertahbis sebagai imam gereja katolik. Demikian pesan dan amanat Bapak Uskup Pangkalpinang, dan di akhiri homilinya Bapak Uskup mengucapkan proficiat untuk tujuh imam tertahbis sebagai imam, serta membacakan tugas perutusan untuk ketujuh imam baru sebagai berikut; Romo Lorensius Novensus berkarya diparoki Koba, Romo Silvester Rasun Moro diutus berkarya di seminari menengah Mario Jhon Boen, Romo Mitsie Benson Sitepu berkarya di seminari menengah Mario John Boen, Romo Perado Persada Vinansius Tarigan berkarya diparoki KK atedral Santo Yosef Pangkalpinang, Romo Giani Silvano Guntur Seran berkarya di paroki Santo Carolus Boromeus, ujung beting lingga, Romo Agustinus Bergman Jebaut berkarya diparoki tanjung balai Karimun, Romo Edmundus Stefan Nicolas Suban berkarya di paroki stela Maria Tarempa.

Didalam buku kenang kenangan pentahbisan tujuh diakon sebagai imam gereja katolik, Uskup Pangkalpinang Mgr. Adrianus Sunarko OFM diakhir sambutan nya mengucapkan profesiat kepada tujuh imam baru dan menyampaikan pesan “yang dibutuhkan bukanlah para fungsionaris klerikal, bukan profesional dalam hal hal suci, bukan birokrat yang kaku, bukan pula pekerja sewaan, melainkan sahabat Tuhan. Jangan menetapkan terlalu banyak syarat untuk pemberian belas kasih kepada saudara saudara kita yang menderita. Semoga kalian menjadi imam – imam yang bersukacita sebagai pendoa, sebagai gembala yang berbela rasa dan sebagai pembawa perdamaian, rekonsiliasi dan persatuan” demikian pesan Bapak Uskup kepada imamnya dalam buku kenang kenangan pentahbisan tujuh imam baru hari ini.

Kata sambutan dari ketua panitia pesta iman tahbisan imam keuskupan Pangkalpinang RD Robertus Yudi Kristianto “terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus sumber segala panggilan dan Rahmat keselamatan. Dengan penuh rasa syukur, gereja merayakan anugrah besar ketika Tuhan sendiri berkenan memanggil dan memilih putera-putera terbaik dari antara umat-Nya untuk mengambil bagian secara istimewa dalam imamat Kristus melalui sakramen imamat” ungkapnya.

“Hari ini 26 April 2026 menjadi peristiwa penting dan bersejarah bagi perjalanan gereja keuskupan Pangkalpinang. Peristiwa tahbisan ini adalah panen kedua, sekaligus panen raya dari kebun sendiri, sebab ada tujuh diakon yang ditahbiskan sebagai imam. Ketujuh diakon tersebut berasal dari seminari menengah Mario John Boen, seminari milik gereja keuskupan Pangkalpinang. Hari ini penantian panjang itu sudah tiba. Setelah berproses kurang lebih 13 tahun, dengan segala perjuangan dan suka dukanya, para diakon akhirnya menyatakan siap untuk melangkah pada jenjang imamat, melalui penumpangan tangan bapak uskup Adrianus Sunarko OFM, Uskup keuskupan Pangkalpinang” imbuhnya.

“Imamat adalah Rahmat sekaligus misteri panggilan Allah untuk menjadi pelayan dengan kasih dan kerendahan hati. Allah yang memanggil juga mempercayai perutusan: menjadi pelayan sabda, pelayan sakramen dan gembala bagi umat-Nya.” Dengan demikian seorang imam dipanggil untuk semakin menyerupai Kristus sang gembala baik, yang memberikan hidupnya bagi domba-dombanya, dan yang senantiasa menuntun umat menuju keselamatan kekal” ungkapnya.

“Momen tahbisan ini mengingatkan kita bahwa panggilan Allah tidak pernah berdiri sendiri. Panggilan lahir, bertumbuh, dan diteguhkan dalam rahim gereja: melalui keluarga, komunitas umat beriman, para pembimbing rohani, para formator, serta seluruh umat Allah yang senantiasa mendoakan dan mendukung perjalanan panggilan ini. Maka sukacita tahbisan bukan hanya milik keluarga, tetapi juga milik gereja dan seluruh umat Allah” ungkap Romo Yudi.

“Kami mengucapkan limpah terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada kami, sebagai panitia penyelenggara tahbisan imam. Kami menyadari bahwa segala sesuatu yang terlaksana hari ini adalah buah dari kerja keras,dan kerja sama yang baik dari semua pihak. Maka dari itu, dengan penuh kerendahan hati kami mengucapkan terimakasih kepada bapak uskup Adrianus Sunarko OFM yang berkenan menahbiskan ketujuh diakon menjadi imam. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para biarawan – biarawati, para formator seminari, keluarga imam baru, para donatur, serta seluruh umat Allah yang dengan doa, dukungan dan kerja sama telah memungkinkan terselenggaranya perayaan tahbisan ini dengan baik. Semoga segala niat baik, kerja keras, dan perjuangan kita semua berkenan bagi kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat untuk kita semua”. Akhirnya, kami berharap di dalam iman, semoga perayaan tahbisan ini semakin meneguhkan iman umat serta mengorbankan semangat pelayanan dalam gereja. Semoga para imam yang ditahbiskan senantiasa setia dalam panggilan, menjadi gembala yang rendah hati dan berbelas kasih, serta menghadirkan kasih Kristus bagi umat yang dipercayakan kepadanya. Semoga roh Kudus yang telah menguduskan dalam tahbisan suci ini senantiasa meneguhkan langkah pelayanan, sehingga kehidupan imamat sungguh menjadi persembahan yang hidup bagi kemuliaan Tuhan dan keselamatan umat-Nya. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah (Yoh 15 : 16) Bagi Allah Tritunggal Mahakudus, segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa” demikian kata sambutan RD Robertus Yudi K, Ketua Panitia Perayaan Tahbisan Imam keuskupan Pangkalpinang tahun 2026.

( Paulus )

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0