Perjalanan Berziarah ke Makam-Makam Wali Songo: Menelusuri Jejak Spiritual di Pulau Jawa

DAERAH SOROTAN
Views: 333
0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

News FHH – Banjarmasin,

Rombongan Al Hidayah dari Banjarmasin, yang dipimpin oleh Ibu Asbiah, telah bersiap pagi-pagi untuk melanjutkan perjalanan berziarah ke makam-makam wali Songo. Setelah sebelumnya mereka menjalani ziarah ke Ampel Surabaya, Makam Sunan Ampel, R AHMAD RAHMATULLAH, Makam Kubah Hijau, Makam Embah Sholeh, Makam Boto Putih, Makam AL Habib SYEKH BIN AHMAD BIN ABDULLAH BAFAQIH, dan AL HABIB MUHAMMAD BIN AHMAD BIN ABDULLAH BAFAQIH.

Di daerah Tanggul, mereka diberkahi dengan Sholawat Ijazah DARI AL HABIB SHOLEH TANGGUL. Sholawat ini diberikan oleh juriat beliau, dan mereka juga menjalani silaturahmi di tempat asal tinggal beliau di Lumajang, Jawa Timur. Jamaah AL Hidayah disambut dengan baik dan dijamu dengan hidangan Nasi Samin beserta lauk-pauknya, sebelum melanjutkan perjalanan dengan mandi bersama di tempat pemandian milik AL HABIB SHOLEH TANGGUL.

Setelah kembali ke penginapan, pagi harinya mereka melanjutkan perjalanan ke Makam AINUL YAQIN SUNAN GIRI, menantu SUNAN AMPEL, serta SUNAN PERAPEN. Dalam perjalanan ini, Jamaah AL HIDAYAH menggunakan delman dan mendaki gunung untuk mencapai makam-makam tersebut. Meskipun perjalanan berat, mereka tidak merasa lelah, mengingat itulah karomah para wali-wali Allah.

Selanjutnya, Jamaah AL HIDAYAH melanjutkan ke Makam SUNAN BONANG yang di lahirkan 1465 di Rembang dengan nama Raden Maulana Maksud Ibrahim. Beliau adalah Putra dari Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila, dan melanjutkan lagi perjalanan menuju Mesjid ASCHABUL KAHFE Perut Bumi AL MAGRIBI Bawah Tanah TUBAN. Mesjid ini adalah destinasi wisata religi yang unik, berada dalam gua bawah tanah, dan menjadi tempat ibadah yang istimewa.

Perjalanan mereka juga mencakup kunjungan ke Makam Syekh Maulana Malik IBRAHIM di Gersik, yang kadang-kadang disebut Syekh Magribi atau Kakek Bantal. Beliau merupakan salah satu dari sembilan wali yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa dan dimakamkan di Desa Drajat, kecamatan Paciran, Kabupaten LAMONGAN. Jamaah AL HIDAYAH juga berkunjung ke makam Sunan Kalijaga dan melaksanakan Sholat Johor di mesjid yang terletak di dalam kompleks Makam. Sunan Kalijaga adalah seorang bangsawan yang diperkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama Raden Said, dan merupakan putra dari Adipati Tuban, TUMENGGUNG WILATIKTA atau RADEN SAHUR, dengan ibunya yang bernama DEWI NAWANGRUM.

Terakhir, Jamaah AL HIDAYAH melakukan ziarah ke makam SUNAN GUNUNG JATI atau Syarif Hidayatullah, dalam rangka penyebaran Agama Islam. Ini adalah perjalanan bersejarah yang menguatkan keimanan mereka dan memperdalam hubungan spiritual dengan para Wali Allah yang terhormat.

(Nurin Noorhayati)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *